Minggu, 26 Februari 2006

Meraih Keuntungan Budidaya Ikan Hias



Budidaya ikan hias air tawar ternyata mampu memberikan kehidupan bagi banyak orang yang menekuninya. Selain orang suka akan keindahan ikan hias ,banyak pula orang yang menggantungkan hidupnya dari membudidayakan dan memasarkan ikan hias yang jenisnya bermacam-macam. Tak jarang beberapa petani yang semula menekuni budidaya ikan konsumsi seperti ikan lele, ikan nila, guramih dan lain sebagainya beralih menekuni budidaya ikan hias. Semua itu dilakukan karena peluang usaha dan potensi ekonomis budidaya ikan hias lebih menggiurkan dibandingkan dengan ikan konsumsi. Dengan pola pemeliharaan dan pemberian makanan yang hampir sama dengan ikan konsumsi , budidaya ikan hias mampu menghasilkan pemasukan yang lebih besar karena harga ikan hias lebih mahal. Kunci membudidayakan ikan hias adalah telaten dan senang di dalam memeliharanya.

Ikan Hias Lebih Menguntungkan

Jika dibandingkan dengan budidaya ikan konsumsi pemeliharaanya hampir sama sedangkan masalah penjualan biasanya ikan konsumsi dihargai dengan sistem kiloan, ikan hias dihargai dengan sistem per ekor, dengan demikian bisnis budidaya ikan konsumsi lebih menekankan kuantitas, sehingga memerlukan lahan yang luas dan sarana yang lebih banyak.

Hasil budidaya Ikan hias lebih menekankan kualitas sehingga bisa dilakukan di lahan sempit dan bisa dilakukan sebagai usaha sampingan. Jika tidak memiliki kolam yang luas, budidaya ikan hias bisa dilakukan di dalam akuarium atau bak semen yang cukup kecil. Jika lahan yang tersedia cukup kecil, kita harus lebih selektif dalam memelihara ikan hias. Ikan-ikan hias yang dipelihara cukup yang berkualitas bagus sedangkan yang berkualitas kurang bagus harus segera diafkir karena memakan tempat.

Jenis Ikan Hias Yang Cukup Poluper

Ada beraneka ragam Ikan Hias Bernilai ekonomi cukup tinggi antara lain ikan Koi, Manfish, Koki, Niasa, Redfin, Lemon, Komet, Sumatra barb, Black Ghost , Aligator, Arwana dan ikan hias jenis lainnya. Ikan-ikan hias tersebut merupakan ikan hias yang biasa dicari penghobi dan dibudidayakan petani ikan.

Salah satu alasan mengapa budidaya ikan hias dipilih selain memiliki nilai jual yang tinggi, proses pemijahan dan perawatan benih tidak terlalu membutuhkan modal yang besar dan usaha pembenihan/dibudidayakan ikan hias tersebut masih di didaerah tertentu saja sehingga masih memiliki potensi yang luas. Karena suka terkadang penggemar ikan hias bersedia mengeluarkan uang hingga jutaan rupiah untuk memiliki seekor ikan hias yang diidam-idamkannya.

Hal inilah yang terkadang membuat harga ikan hias melambung tinggi. Selain faktor kesukaan faktor keindahan ikan hias juga turut andil dalam menentukan harga. Secara umum ikan hias yang memiliki bentuk, warna, corak yang indah akan berharga cukup mahal. Di sinilah letak kunci keberhasilan budi daya ikan hias, menghasilkan ikan-ikan yang indah dan berkualitas bagus.
Bukan Hanya Untuk Hobi

Keberadaan ikan hias sendiri saat ini tidak lagi sebagai hiburan atau hobi semata tetapi telah berkembang menjadi objek yang dimanfaatkan bagi kepentingan dunia pendidikan, penelitian, medis maupun keperluan konservasi alam. Sampai saat ini ikan hias air tawar merupakan salah satu jenis komoditas ekspor nonmigas bidang perikanan yang mampu menyumbang devisa negara yang cukup besar. Dengan kekayaan ikan hias yang berlimpah maka peluang Indonesia sebagai pengekspor komoditas ini sangat terbuka lebar. Sehingga Budidaya Ikan Hias layak digencarkan di masyarakat.

Usaha budidaya ikan hias merupakan salah satu usaha yang memberikan alternatif sumber penghasilan untuk meningkatkan pendapatan petani/pengusaha ikan hias. Usaha budidaya ikan hias cukup prospek dikembangkan. Hal ini disebabkan dalam budidaya ikan hias memiliki keunggulan-keunggulan sebagai berikut :
* Teknologinya mudah diserap dan diterapkan, karena teknologi yang digunakan cukup sederhana
* Budi daya Ikan Hias Dapat diusahakan skala rumah tangga/ usaha kecil, tidak membutuhkan lahan yang luas
* Perputaran modal cepat, dapat dipanen dalam jangka waktu yang singkat.
* Budi daya ikan Hias mampu Menyerap tenaga kerja.
* Pasar yang menjanjikan baik domestik maupun ekspor.

Profil Beberapa Peternak Ikan Hias

Salah satu contoh peternak ikan hias yang cukup sukses adalah Peternak ikan hias di Kota Bekasi, saat ini mulai mendapat pesanan dari luar negeri seperti Jepang dan Inggris, sedangkan ikan hias yang diminati adalah ikan air tawar jenis tetra, botiya dan zebra. Seorang peternak ikan hias, di Rawa Lumbu, Kota Bekasi, Miskun, mengatakan, permintaan ikan hias mulai datang dari pembeli luar negeri dan baru-baru ini ia telah mengirim sebanyak 10 box ikan ke Jepang.P emasaran ikan hias hingga keluar negeri itu berawal dari ketertarikan peminat ikan dari luar negeri dengan keindahan ikan yang dibudidayakan di Bekasi serta harganya yang relatif murah. Upaya budidaya ikan hias tersebut telah mampu meningkatkan ekonomi warga setempat dan bahkan Bekasi mulai dikenal sebagai pemasok ikan hias berkualitas.

Contoh lain adalah Kelompok Tani Mina Makmur dibentuk oleh Dinas Perikanan Dati I Kabupaten Tulungagung yang beranggotakan pembudidaya ikan hias dan sejenisnya di Desa Bendiljati Wetan.Pemilik usaha pembenihan dan budidaya ini pada awal mendirikan usahanya memanfaatkan 2 petak kolam yang ada, dari hasil keuntungannya pemilik menambahkan modal untuk membuat kolam di belakang dan depan rumahnya, sekarang memiliki 40 petak kolam di sekitar rumah dan dilokasi lain 45 petak kolam dengan luas lahan seluruhnya 3 ha. Perkembangan budidaya ikan hias ini semakin hari semakin meningkat mengingat usaha tersebut dijadikan sebagai mata pencaharian pokok yang mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Lain lagi cerita kesuksesan Kelompok Tani Sangkuriang Koi Breeder, Kelompok Tani yang memiliki sekretariat di Jln. Sangkuriang No. 1 RT 7 RW 5 Kel. Cipageran, Kec. Cimahi Utara, Kota Cimahi. Kelompok tani yang merupakan kumpulan Petani Ikan Hias Koi ini memiliki latar belakang keprihatinan pendirinya melihat peternak ikan koi Jawa Barat yang kurang maju. Padahal ikan koi blitar yang terkenal unggul di Indonesia saat ini, benihnya berasal dari Jawa Barat. Setelah melewati proses yang panjang kini Sangkuriang Koi Breeder memperoleh peringkat dua dalam lomba Ikan Koi tingkat internasional di Tangerang Februari 2009. Kejuaraan ini merupakan kejuaraan Koi bertaraf Internasional yang kebetulan dilaksanakan di Indonesia.

Menurut Ule, Pendiri Kelompok Tani Sangkuriang Koi Breeder budi daya ikan koi memiliki prospek yang menguntungkan karena pasarnya banyak dan tidak terbatas. Selain itu, penjualan ikan koi relatif stabil jika dibandingkan dengan ikan louhan yang hanya booming sesaat. Demikian pula, perawatannya juga relatif murah dibandingkan ikan arwana. Setiap bulan kelompok tani yang dikelola Ule bisa menghasilkan keuntungan minimal Rp 15 juta.(Galeriukm).

Sumber :
http://ejournal.umm.ac.id/index.php/dedikasi/article/viewFile/95/107_umm_scientific_journal.pdf
http://www.koran-jakarta.com/berita-detail-terkini.php?id=15935
http://www.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=87371
http://www.iptek.net.id/ind/warintek/?mnu=6&ttg=3&doc=3c4
http://galeriukm.web.id/peluang-usaha/meraih-keuntungan-budidaya-ikan-hias


www.blogger-kawunganten.blogspot.com

Label:



Senin, 20 Februari 2006

Budidaya Ikan Hias Air Tawar



Kalau sudah cinta dan hobi, biasanya orang bisa berjam-berjam duduk di depan wadah tembus pandang atau di kolam pekarangan hanya untuk memperhatikan keindahan dan warna-warni serta goyang lenggak-lenggoknya. Untuk mendapatkannya bahkan rela merogoh kocek jutaan sampai ratusan juta rupiah. Binatang yang dimaksud adalah ikan hias air tawar.

Bisnis ikan hias memang memiliki prospek bisnis menggiurkan. Dengan modal yang tidak terlalu besar dan sedikit keterampilan membudidayakannya anda dijamin dapat potensial income dari bisnis ini. Pasarnya pun terbilang cukup mudah, terutama di kota – kota besar seperti : Depok, Tangerang, Serang dan Cilegon, serta beberapa kota besar lain di Jabodetabek.

Alasan yang dipilih mengapa ikan hias sebagai sumber penghasilan? karena usaha budidaya ikan hias tidak membutuhkan lahan yang luas, memerlukan modal yang kecil dan dapat dilakukan oleh setiap anggota keluarga juga waktu yang relatif singkat. Jenis-jenis ikan tersebut antara lain jenis siklid, platis, lemon, cupang, black ghost, manvis, palmas, guppy, diskus, oscar dan masih banyak lagi lainnya dengan tingkat pembudidayaan secara tradisonal, semi intensif ataupun secara intensif dengan sarana dan prasarana yang beragam.

Untuk mendapatkan hasil budidaya ikan hias yang baik dapat dilakukan dengan selalu menjaga kualitas dan kuantitasnya. Dalam menjaga kualitas dan kuantitas tidak terlepas dari cara budidaya ikan hias yang dilakukan. Oleh karena itu dalam kegiatan budidaya ikan hias perlu diperhatikan beberapa hal yaitu :

Wadah pemeliharaan

Budidaya ikan hias dapat menggunakan wadah dari berbagai jenis selama tidak bocor. Wadah budidaya yang sering digunakan untuk ikan hias adalah akuarium, kolam bak semen, kolam terpal/plastik, bak fiber glass dengan ukuran yang beragam. Selain itu juga dapat dimanfaatkan barang-barang bekas yang tidak bocor dan dapat ditambal dengan ukuran dan diameter yang beragam ukurannya. Wadah budidaya ikan sistem airnya ada yang mengalir dan ada yang tergenang. Wadah pembudidayaan ikan hias ini terdiri dari wadah perawatan induk, pemijahan, penetasan telur, pendederan, pembesaran dan penampungan hasil. Tetapi wadah yang digunakan tergantung dari jenis ikan dan yang utama adalah tergantung dari luas lahan dan modal yang dimiliki.

Lingkungan hidup ikan hias air tawar

Ikan hias mempunyai kemampuan hidup pada lingkungan yang beragam. Lingkungan hidup ikan yang sangat mempengaruhi adalah air, suhu, derajat keasaman (PH), kesadahan air, kandungan oksigen terlarut dan kecerahan. Untuk membudidayakan ikan hias haruslah sesuai dengan kondisi lingkungan air disekitar kita. Lingkungan air yang ideal bagi ikan hias rata-rata adalah untuk suhu air 24 – 300C, PH 6-7, oksigen terlarut > 3 ppm dan kecerahan air 30 – 60 cm.

Sumber air untuk budidaya ikan hias antara lain berasal dari air tanah, air sungai dan air PAM. Jenis-jenis air tersebut harus diendapkan dahulu minimal 12-24 jam sebelum dipakai agar kandungan oksigen terlarutnya cukup dan gas-gas yang lain hilang.

Untuk membuat PH yang sesuai dengan kehidupan ikan hias dapat dilakukan dengan memberikan kapur pertanian atau kapur bordo dengan dosis secukupnya bila terlalu asam/basa.

Kesadahan air menunjukkan kandungan mineral seperti kalsium, magnesium dan seng. Tingginya kesadahan sangat dipengaruhi oleh kondisi sekitar seperti jenis tanaman sekitar sumber air dan mikroorgnisme. Kesadahan atau kekerasan air yang ideal untuk budidaya ikan hias air tawar berkisar antara 70 – 100 HD.

Kandungan nitrit dalam usaha budidaya ikan berasal dari sisa pakan, kotoran ikan, lumut, tanaman mati yang terdekomposisi dalam siklus nitrogen. Kandungan nitrit berpengaruh terhadap kesehatan yang berakibat pada pertumbuhan dan perkembangan ikan

Pakan

Pakan untuk ikan hias yang diberikan biasanya adalah pakan alami dan pakan buatan. Jenis pakan alami yang biasa diberikan yaitu infusoria, kutu air, jentik nyamuk, cacing sutera, artemia, serangga, kodok, ikan hidup/mati. Sedangkan pakan buatan adalah pakan yang bahan dasarnya juga berasal dari pakan alami. Pakan buatan umumnya berbentuk pellet yang kadar proteinnya dapat diatur sesuai kebutuhan pertumbuhan ikan.

Pemilihan Calon Indukan

Dalam pemijahan ikan hias diperlukan indukan ikan jantan dan betina. Induk yang akan digunakan harus mencukupi umur untuk dipijahkan dan sudah matang gonad (kelamin). Untuk mengetahui tingkat kematangan gonad pada ikan hias dapat dilihat dari cirinya. Ciri induk matang gonad untuk induk betina antara lain perut gendut ke arah genital dan bila diraba terasa lembek serta halus, genital menonjol (membuka) dan bila diurut akan keluar beberapa telur. Sedangkan induk jantan yang matang gonad dicirikan bila diurut kearah genital akan mengeluarkan cairan sperma. Ikan hias akan mengalami matang gonad dan dapat dipijahkan pada umur 4 – 12 bulan tergantung jenis ikannya. Calon indukan kondisi badannya harus sehat, tidak terjangkit penyakit dan berasal dari keturunan (gen) yang baik dan bagus. Untuk mendapatkan calon indukan adalah dengan jalan membeli, diperoleh dari antar pembudidaya ikan hias, dari hobiis atau menghasilkannya sendiri.

Pemijahan

Pemijahan ikan untuk proses pembuahan telurnya ada yang berlangsung secara internal dan eksternal. Ikan hias ada yang bertelur dan ada yang beranak. Perlakuan proses pemijahan berbeda tergantung jenis ikannya. Oleh karena itu harus disiapkan media, bahan, alat yang diperlukan dalam proses pemijahan. Tidak semua ikan hias dapat melakukan pemijahan secara alami. Untuk membudidayakan ikan hias yang tidak bisa memijah secara alami dapat dilakukan dengan cara menyuntikkan hormon perangsang (induced spawning) agar bisa memijah baik secara alami atau melalui pengurutan (stripping). Perlu diketahui untuk membudidayakan ikan hias sebaiknya hindari pemijahan satu keturunan (inbreeding).

Penetasan Telur

Telur akan menetas tergantung dari jenis ikannya. Biasanya telur akan menetas setelah 24 jam menjadi larva. Penetasan (inkubasi) telur dapat dilakukan di akuarium,kolam permanen, corong dan happa. Dalam proses penetasan ada yang dilakukan dengan cara diangkat induk secara keseluruhan atau ada yang induknya ditinggal salah satunya. Proses penetasan telur ada yang memerlukan aerasi dan ada yang tidak.

Perawatan Larva hingga Pembesaran

Telur yang sudah menjadi larva akan mulai berenang kesana-kemari. Larva ikan dapat ditempatkan dalam akuarium, hapa, kolam bak, bak plastik, fiber glass dan kolam tanah serta wadah lainnya.

Selama mulai menetas sampai umur ± seminggu larva tidak perlu diberi makan karena masih membawa cadangan makanan berupa kuning telur (yolksack). Setelah seminggu sudah mulai diberikan makanan berupa infusoria, kutu air atau artemia, cacing sutera atau jenis makanan lainnya baik dari pakan alami atau buatan yang ukurannya lebih kecil dari mulut larva. Setelah ikan berukuran benih dan mulai besar pakan yang diberikan berupa kutu air, jentik nyamuk, cacing sutera, serangga, kodok, ikan hidup/mati atau pellet. Pemberian pakan yang umum dilakukan 2 kali sehari yaitu pagi dan sore.

Kepadatan penebaran benih ikan harus disesuaikan dengan luasan media budidaya, jangan terlalu padat atau terlalu jarang. Bila terlalu padat menyebabkan pertumbuhan ikan lambat dan jika jarang tidak efisien penggunaan media budidaya (pemborosan).

Air yang menjadi tempat benih ikan hidup, akan mengalami penurunan kualitas yaitu air menjadi kotor akibat sisa makanan dan kotoran ikan. Oleh karena itu diperlukan pembersihan air (penyiponan). Caranya dengan membuka pipa pembuangan atau menyedotnya. Air yang dibuang tidak semuanya, maksimal ¾ bagiannya. Setelah itu diisi kembali dengan air yang sudah diendapkan sebelumnya jangan air baru. Makanya para pembudidaya harus memiliki tendon air agar dapat melakukan penyiponan kapan saja. Frekuensi penyiponan air semakin sering semakin baik dan paling lambat sekali seminggu.

Ikan-ikan yang terawat akan mengalami pertumbuhan. Pertumbuhan dan perkembanga ikan biasanya tidak seragam. Ada yang besar lebih dahulu, normal dan ada yang bantet (kontet). Untuk itu perlu dilakukan penyortiran dan pedederan ikan. Ikan-ikan yang berukuran seragam dikelompokkan berdasarkan ukuran agar pertumbuhannya seragam. Setelah dilakukan pendederan ini perlu dilakukan pendederan selanjutnya. Antara anakan jantan dan betina harus disortir dan dipisahkan untuk menghindari pemijahan dini he….supaya pertuumbuhan ikan normal dan untuk menyiapkan calon indukan.
Lama proses pemeliharaan ikan hias sampai ikan siap jual tergantung pada jenis ikannya. Pada umur 1-2 bulan biasanya ikan sudah berukuran 1-2 inci. Jadi dapat diukur pertumbuhan ikan dan kapan ikan itu bisa dijual tergantung pada jenis dan ukurannya. Ikan hias bisa dipasarkan kapan saja tergantung dari kebutuhan pembudidayanya.

Hama dan Penyakit

Pada budidaya ikan hias, pembudidaya ada kalanya menghadapi hama dan penyakit. Hama yang perlu ditanggulangi adalah ular, burung, katak, larva capung, keong dan yang paling penting adalah manusia. Penyakit yang menyerang ikan hias adalah penyakit yang disebabkan oleh bukan parasit (non parasiter) dan penyakit yang timbul karena serangan parasit.

Penyakit yang berasal dari non-parasiter biasanya bersumber dari faktor lingkungan dan terutama adalah makanan. Makanan yang tidak dibersihkan akan mengundang berbagai macam penyakit. Oleh karena itu makanan yang diberikan sebelumnya harus dicuci dulu agar bersih baru diberikan. Pemberian pakan yang berlebihan dan tidak sesuai akan mengakibatkan adanya gejala kekurangan oksigen dan keracunan. Lingkungan yang lainnya adalah adanya perubahan temperatur, PH dan kesadahan yang tidak sesuai ambang batas normal. Perubahan temperatur biasanya terjadi pada saat musim pancaroba. Pada saat inilah cupang banyak terserang penyakit. Oleh karena itu harus selalu mengontrol keadaan air.

Penyakit parasiter disebabkan karena adanya serangan parasit pada badan ikan, insang, lendir maupun dalam tubuh ikan itu sendiri. Parasit ini dapat berupa protozoa, cacing, udang renik, jamur, bakteri dan virus

Pemasaran

Permintaan ikan hias masih banyak pangsa pasarnya baik untuk pangsa pasar lokal dan ekspor. Untuk memasarkan ikan hias ini para pembudidaya bisa langsung menjual sendiri ke konsumen atau menggunakan jasa pengepul (pengumpul) yang biasanya sudah mempunyai jaringan yang luas dan ada juga pembeli yang langsung datang ke pembudidaya. Ada juga yang menawarkan ke agen-agen (supplier) atau berdagang keliling. Untuk memaksimalkan pemasaran hasil budidaya ikan hias, para pembudidaya harus bisa membuka jaringan yang luas agar bisa mendapatkan konsumen tetap. Cara lainnya adalah dengan melakukan usaha budidaya ikan hias dengan sistem plasma. Selain itu juga dengan membentuk kelompok/asosiasi yang saling menguntungkan antara sesama anggotanya.

Pembudidaya juga harus mempunyai pengepul tetap yang selalu siap menampung hasil usaha. Yang tak kalah penting adalah para pembudidaya harus aktif mencari konsumen secara langsung baik melalui hubungan langsung ataupun melalui media komunikasi seperti telepon dan internet. Konsultasi dan koordinasi dengan pemerintah sangat penting dilakukan untuk mencari terobosan dalam bidang pemasaran.

Budidaya ikan hias air tawar merupakan suatu komoditi yang dapat dikembangkan sebagai sumber mata pencaharian karena modal yang diperlukan kecil, dapat memanfaatkan lahan yang sangat terbatas dan waktu yang relatif singkat serta cara budidaya yang mudah. Sekarang yang sangat diperlukan adalah pembinaan dari pemerintah atau instansi terkait lainnya untuk mengembangkan potensi budidaya ikan hias diwilayah masing-masing untuk mengangkatnya sebagai komoditi unggulan juga lapangan kerja untuk mengatasi pengangguran.

Kabupaten dan Kota Tangerang telah banyak yang membudidayakan ikan hias air tawar dan mempunyai penghasilan yang tinggi. Mudah-mudahan kota-kota besar lainnya di Provinsi Baten dapat meanfaatkan peluang ini baik untuk pangsa pasar lokal maupun ekspor.

Oleh S.Huda
* Penulis adalah Staf Subdin Binus Perikanan Dinas Pertanian Kota Tangerang

Sumber : http://www.dkp-banten.go.id/news/?p=41

www.blogger-kawunganten.blogspot.com

Label:



Minggu, 19 Februari 2006

Ikan Cupang, Keunggulan yang Terabaikan



Ikan cupang hias atau Betta splendens selama ini kerap dipersepsikan sebagai ikan ”murahan” dan banyak ditemukan di rawa, empang, ataupun sawah. Dengan harga jual di pasar minimal Rp 1.000 per ekor, keunggulan ikan yang juga dikenal dengan sebutan ikan laga ini sering terabaikan dan hanya dijadikan ikan aduan.

Dalam kurun satu dekade terakhir ikan cupang hias yang banyak berkembang di kawasan Asia Tenggara kian populer di mancanegara. Ikan hias ini sering ditampilkan dalam ajang-ajang promosi dan pameran ikan hias internasional. Harga ikan kecil yang berukuran 3-5 sentimeter itu bisa mencapai jutaan rupiah per ekor.

Ciri menonjol dari ikan yang gerakannya agresif ini adalah warnanya yang menarik dan indah dengan sirip yang lebar dan bisa mekar. Jenis ikan cupang hias yang banyak diminati adalah cupang alam (wild betta), selain ikan cupang hasil budidaya.

Popularitas ikan cupang hias kian berkilau seiring dengan semakin beragamnya corak ikan cupang. Ini yang membuat pasar ikan cupang tidak seperti ikan hias lainnya, yang naik turun seiring dengan tren selera peminat ikan hias.

Peminat ikan cupang dari Indonesia juga kian berkembang, tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga di pasar internasional. Pembudidaya ikan cupang hias di Indonesia pun patut berbangga. Produk ikan cupang hias Indonesia tidak kalah dibanding ikan sejenis yang diproduksi oleh Thailand dan China, dua negara yang dikenal sebagai produsen ikan hias dunia.

Ikan cupang hias jenis serit (crown tail) yang asli Indonesia, misalnya, banyak diburu oleh konsumen dari Asia, Amerika Serikat, dan Kanada. Ikan dengan ekor menyerupai sebuah mahkota itu harganya bisa mencapai Rp 1 juta per ekor. ”Ikan cupang serit dari Indonesia memiliki keunggulan dibandingkan produk serupa dari luar negeri,” ujar Hendy Wijaya, pembudidaya ikan cupang hias.

Kurang promosi

Namun, sayang, keunggulan ikan cupang hias hasil budidaya para peternak dalam negeri tersebut kalah promosi. Akibatnya, banyak pehobi ikan cupang hias yang membeli ikan cupang dari Thailand. Bahkan, dalam ajang Kontes Ikan Hias Mas Koki dan Cupang di Raiser Ikan Hias Cibinong, Jawa Barat, Agustus 2009, tidak banyak peminat dan pehobi yang datang menyaksikan kontes tingkat nasional itu.

Ketua Panitia Kontes Ikan Hias Mas Koki dan Cupang di Raiser Ikan Hias Cibinong Raymond H Tanner mengemukakan, sarana promosi dan pemasaran ikan mas koki dan cupang hias produksi Indonesia belum optimal sehingga keunggulan ikan hias hasil budidaya dalam negeri itu belum terangkat. ”Masih ada keraguan pasar domestik terhadap kualitas ikan mas koki dan cupang hasil produksi dalam negeri,” ujarnya.

Menurut Hendy, pengembangan ikan cupang hias tidak membutuhkan perawatan khusus. Hanya butuh waktu dan ketekunan dalam proses menjodohkan ikan cupang. Hal ini karena ikan cupang jantan sangat pemilih dalam menentukan pasangan. ”Kalau seekor ikan cupang jantan tidak mau dipasangkan dengan cupang betina, si betina bisa dihajar habis,” ujar Hendy.

Selain itu, pasca pemijahan diperlukan pengawasan. Sebab, ada kecenderungan ikan cupang betina yang telah menghasilkan telur akan disingkirkan oleh cupang jantan. Cupang jantan cenderung merawat sendiri telur dan anakan. Sebaliknya, cupang betina cenderung memakan telur hasil pemijahan.

Saat ini, pemasaran sebagian ikan cupang dilakukan melalui internet. Melalui pemasaran berbasis internet itu, produk ikan cupang dalam negeri bisa laku dijual hingga ke benua lain. Ikan cupang yang diekspor umumnya berkualitas tinggi, yaitu berukuran tubuh lebih dari 4,5 sentimeter, dengan harga jual minimal ratusan ribu rupiah.

”Semakin bagus bentuk tubuh, fisik, dan sirip ikan cupang, harga jualnya makin bagus. Bisnis ini menguntungkan karena tidak ada standar atau patokan harga tertentu. Harga bergantung minat,” ujar Hendy.

Kalah dengan Singapura

Potensi spesies ikan hias di perairan Indonesia tak perlu diragukan. Perairan Indonesia menyimpan tidak kurang dari 4.500 jenis ikan hias air tawar dan ikan hias air laut. Alam Indonesia juga cocok untuk pengembangan spesies ikan hias yang berasal dari negara lain, seperti mas koki (Carrasius auratus), koi (Cyprinus carpio), dan discus (Symphysodon discus).

Meski memiliki ribuan jenis ikan hias, tetapi dalam perdagangan ikan hias, Indonesia belum ”masuk hitungan”. Nilai ekspor ikan hias Indonesia tahun 2003-2008 cenderung stagnan. Ekspor ikan hias Indonesia tahun 2008 hanya 9,5 juta dollar AS. Pangsa pasar Indonesia dalam perdagangan ikan hias global baru 7,5 persen, jauh di bawah Singapura yang menguasai 22,8 persen pangsa pasar ikan hias dunia.

Padahal, data Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) 2006 menyebutkan, 90 persen dari kebutuhan ikan hias Singapura disuplai dari Indonesia.

Sumber : kompas.com, 29 September 2009


www.blogger-kawunganten.blogspot.com

Label: ,



Minggu, 05 Februari 2006

Tips Memelihara Ikan Hias



Bukan hal yang sulit untuk menghadirkan keindahan kehidupan air di rumah. Baik itu berasal dari lingkungan air tawar, maupun dari lingkungan laut, dengan memelihara ikan hias.

Yang diperlukan adalah sebuah bak kaca dan beberapa alat pendukung kehidupan mahluk air tersebut, sedikit pengetahuan dasar tentang kimia air, sedikit informasi mengenai perilaku penghuni, dan sedikit sentuhan seni.

Satu hal yang perlu diingat bahwa keberhasilan memelihara ikan hias tergantung pada keberhasilan "memelihara" airnya. Apabila kita berhasil "memelihara" airnya maka ikan dan penghuni akuarium lainnya otomatis akan dapat memelihara dirinya sendiri.

Adakalanya kita akan menyadari, bahwa menjadi seorang penyuka ikan cantik ini, mau tidak mau, secara otomatis akan sekaligus pula menjadi seorang orang "ahli" kimia, fisika, biologi dan matematika.

Spesies Ikan Hias tertentu bisa hidup dalam waktu yang sangat lama bila dirawat dengan baik. Oleh karena itu, anda harus memiliki komitmen jangka panjang sebelum mulai memeliharanya.

Berikut ini langkah-langkah yang perlu Anda lakukan sebelum mulai memelihara ikan hias:

1. Cari informasi sebanyak mungkin sebelum membeli ikan. Perhatikan faktor-faktor berikut:
• Seberapa besar ikan tersebut bila dewasa dan apakah Anda mempunyai akuarium yang cukup besar untuk mengakomodasi ukuran tubuh ikan setelah dewasa.
• Cari tahu mengenai suhu air, rentang pH dan sebagainya
• Jenis makanan ikan
• Temperamen spesies ikan hias. Apakah spesies tertentu cocok untuk disatukan dengan jenis ikan yang sudah Anda miliki atau ingin Anda pelihara di masa mendatang.
• Apakah spesies yang akan Anda pelihara mampu berkembang biak dengan cepat? Apakah anda memiliki peralatan pada saat ikan berkembang biak?
• Apakah ikan yang akan dibeli rentan terhadap penyakit tertentu?

2. Belilah akuarium sebesar mungkin sesuai dengan anggaran dan ruang yang Anda miliki. Akuarium yang besar menyebabkan air dalam akuarium lebih stabil. Sebagai contoh, bila pemanas suhu rusak, dan toko-toko Jual Ikan sudah tutup, suhu air akan lebih stabil dalam akuarium yang besar.

3. Pelajari tentang siklus nitrogen dalam akuarium

4. Pelajari peralatan akuarium

5. Belilah buku-buku tentang ikan hias.

6. Sediakan banyak tempat bersembunyi bagi ikan. Tempat bersembunyi akan menjadi tempat pengungsian ikan dan akan menurunkan level stress ikan.

7. Beli test kit air akuarium untuk memonitor siklus nitrogen akuarium. Anda dapat membeli test kit untuk menguji kadar amonia, nitrit, nitrat dan pH. Anda juga harus menguji air ledeng bila menggunakan air PAM.

8. Jangan meletakkan akuarium di dekat jendela. Cahaya matahari yang memasuki akuarium akan menyebabkan ledakan ganggang hijau. Sinar matahari langsung juga akan menyebabkan suhu air dalam akuarium meningkat.

9. Jangan mengikuti aturan 1inci ikan per 1 galon air. Aturan yang lebih baik adalah 1 inci ikan per 2-3 galon air.

10. Lakukan deklorinasi air ledeng sebelum dimasukkan ke dalam akuarium

11. Beli filter akuarium yang memiliki beberapa cartridge, sehingga anda bisa mengganti salah satu bila sudah kotor.

12. Jangan membilas filter dengan air ledeng. Gunakan air dalam akuarium yang sudah Anda saring saat mengganti air ikan hias. Klorin dan kloramin dalam air ledeng akan membunuh bakteri penghilang nitrit dan nitrat dalam filter.

Sumber : http://www.anneahira.com/ikan/index.htm
Gambar : http://sangmahameru.info/uncategorized/dunia-ikan-semarang/attachment/ikan-hias

www.blogger-kawunganten.blogspot.com

Label:



Sabtu, 04 Februari 2006

Peluang Usaha Budidaya Ikan Hias Di Indonesia



Ikan hias terkenal sebagai komoditas budidaya yang potensial untuk bisnis ekspor. Fenomena pasar bebas semakin menggairahkan pasar ikan hias internasional. Peluang ini harus dimanfaatkan oleh Indonesia. Berikut adalah peluang-peluang tersebut.

1. Sifat Bisnis Ikan Hias yang Fleksibel dan Menguntungkan
Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan, Drs Ade Soeharsono SH, MM mengatakan bahwa sifat bisnis ikan hias sangat fleksibel dimana bisa dilakukan sebagai pekerjaan sambilan, bisa pula dilakukan sebagai pekerjaan utama. Tak jarang beberapa petani yang semula menekuni budi daya ikan konsumsi seperti ikan lele, ikan nila, gurame dan lain sebagainya beralih menekuni budidaya ikan hias. Semua itu dilakukan karena potensi ekonomis budidaya ikan hias lebih menggiurkan dibandingkan dengan ikan konsumsi. Dengan pola pemeliharaan dan pemberian makanan yang hampir sama dengan ikan konsumsi, budidaya ikan hias mampu menghasilkan pemasukan yang lebih besar karena harga ikan hias lebih mahal. Kunci membudidayakan ikan hias adalah telaten dan senang di dalam memeliharanya.

Ikan konsumsi dihargai dengan sistem kiloan, ikan hias dihargai dengan sistem per ekor. Hasil budidaya Ikan hias lebih menekankan kualitas sehingga bisa dilakukan di lahan sempit dan bisa dilakukan sebagai usaha sampingan. Jika tidak memiliki kolam yang luas, budidaya ikan hias bisa dilakukan di dalam akuarium atau bak semen yang cukup kecil. Jika lahan yang tersedia cukup kecil, kita harus lebih selektif dalam memelihara ikan hias.

Ikan-ikan hias yang dipelihara cukup yang berkualitas bagus sedangkan yang berkualitas kurang bagus harus segera diafkir karena memakan tempat. Karena suka terkadang penggemar ikan hias bersedia mengeluarkan uang hingga jutaan rupiah untuk memiliki seekor ikan hias yang diidam-idamkannya. Hal inilah yang terkadang membuat harga ikan hias melambung tinggi.

Faktor keindahan ikan hias juga turut andil dalam menentukan harga. Secara umum ikan hias yang memiliki bentuk, warna, corak yang indah akan berharga cukup mahal. Di sinilah letak kunci keberhasilan budidaya ikan hias, menghasilkan ikan-ikan yang indah dan berkualitas bagus. Keberadaan ikan hias sendiri saat ini tidak lagi sebagai hiburan atau hobi semata tetapi telah berkembang menjadi objek yang dimanfaatkan bagi kepentingan dunia pendidikan, penelitian, medis maupun keperluan konservasi alam.

Sampai saat ini ikan hias air tawar merupakan salah satu jenis komoditas ekspor nonmigas bidang perikanan yang mampu menyumbang devisa negara yang cukup besar. Dengan kekayaan ikan hias yang berlimpah maka peluang Indonesia sebagai pengekspor komoditas ini sangat terbuka lebar. Sehingga Budidaya Ikan Hias layak digencarkan di masyarakat. Usaha budidaya ikan hias merupakan salah satu usaha yang memberikan alternatif sumber penghasilan untuk meningkatkan pendapatan petani/pengusaha ikan hias. Usaha budidaya ikan hias cukup prospek dikembangkan. Hal ini disebabkan dalam budidaya ikan hias memiliki keunggulan-keunggulan sebagai berikut :
1. Teknologinya mudah diserap dan diterapkan, karena teknologi yang digunakan cukup sederhana
2. Budi daya Ikan Hias Dapat diusahakan skala rumah tangga/ usaha kecil, tidak membutuhkan lahan yang luas
3. Perputaran modal cepat, dapat dipanen dalam jangka waktu yang singkat. Budi daya ikan Hias mampu Menyerap tenaga kerja.
4. Pasar yang menjanjikan, baik domestik maupun ekspor.

2. Potensi Ekspor Ikan Hias Indonesia yang Besar
Potensi ekspor ikan hias Indonesia, baik air tawar maupun air laut, cukup besar. Hampir semua negara menyukai produk ikan hias dari Indonesia. Fadel mengatakan sejatinya potensi ekspor ikan hias Indonesia bisa mencapai US$ 65 juta. Jika angka itu tercapai maka Indonesia akan menandingi Singapura. Potensi ini apabila ditangani serius antara pemerintah dan seluruh stakeholder ikan hias Indonesia, maka Indonesia akan mampu berbicara banyak di pasar internasional dan menjadi eksportir terbesar di dunia mengungguli Singapura.

3. Pangsa Pasar Ikan Hias yang Sangat Luas
Usaha ikan hias memiliki beberapa keunggulan komparatif diantaranya tidak memerlukan modal yang banyak. Pasar ikan hias tidak pernah jenuh dan usaha ini dapat memberdayakan masyarakat melalui industri kecil untuk ekspor. Negara penerima ekspor jenis air tawar dan laut Indonesia adalah Singapura, China, Hongkong, Malaysia, Jepang, Korea Selatan, Amerika, dan Uni Eropa. Sementara itu, Direktur Pedagangan Luar Negeri DKP, Saut P Hutagalung, mengatakan bahwa penurunan ekspor ikan hias memang terjadi setiap tahunnya, Untuk itu pengalihan negara tujuan ekspor ke Timur Tengah juga dijajaki agar ekspor ikan hias dapat meningkat lagi. Untuk 2011, Eropa menjadi target pasar berikutnya.

4. Koordinasi dengan Maskapai Penerbangan
KKP menggandeng PT Garuda Indonesia (Garuda) untuk mengekspor ikan hias. Diharapkan dengan kerja sama ini, ekspor ikan hias Indonesia ke negara Eropa dan Amerika Utara bisa dilakukan langsung tanpa harus melalui Singapura. Rencana penerbangan langsung tersebut nantinya, ekspor ikan hias bisa langsung dari Cibinong ke negara tujuan. "Langkah ini ditempuh karena Garuda Indonesia sudah memiliki rute penerbangan ke Eropa Barat, Eropa Timur, dan Jepang. Garuda siap mendukung upaya KKP ini. Selain lebih hemat waktu, resiko kematian ikan hias di perjalanan juga bisa berkurang karena waktu perjalanan lebih singkat. Karena kemampuanmaksimal ikan dibawa dalam perjalanannya itu sekitar 2 x 24 jam. P2HP mengupayakan maskapai penerbangan yang melakukan penerbangan langsung ke Eropa menyediakan sebagian ruangan di bagasi pesawat untuk mengangkut produk ikan hias.

5. Selera Konsumen Luar Negeri yang Berbeda-beda
Konsumen ikan hias di setiap negara memiliki selera yang berbeda. Sehingga, jenis apa pun yang dihasilkan akan diserap. Semua ada pasarnya. Selera masyarakat Timur Tengah berbeda dengan masyarakat Eropa. Masyarakat Timur Tengah lebih menyukai ikan hias dengan bentuk besar. Ikan arwana merupakan ikan yang disukai oleh masyarakat Timur Tengah, selain juga beberapa ikan hias air laut lainnya. Sementara orang Amerika dan Eropa lebih menyukai ikan yang dihasilkan dari budi daya apa pun jenisnya. Hal ini karena masyarakat Eropa memiliki kesadaran yang tinggi akan konservasi dan kelestarian spesies. Sedangkan Australia memiliki selera yang lebih bebas. Hampir segala jenis ikan hias dapat masuk ke negara itu. Apapun jenisnya, berasal dari alam atau tidak, bagi mereka tidak masalah. Sementara orang Jepang lebih menyukai ikan jenis arwana. Namun demikian, yang menjadi ikan favorit orang Jepang bukan ikan arwana super red yang selama ini banyak dicari dan harganya cukup tinggi yang bisa mencapai 40 juta. Orang Jepang lebih menyukai arwana dengan bentuk pendek yang disebut dengan arwana sumo. Jika demikian, maka sebenarnya potensi ekspor ikan Indonesia cukup besar.

Sumber : http://sinar-fals.blogspot.com/2011/03/peluang-usaha-budidaya-ikan-hias-di.html

www.blogger-kawunganten.blogspot.com

Label:



Jumat, 03 Februari 2006

Budidaya Ikan Manvis (Pterophyllum scalare)



Manvis dikenal juga sebagai Angelfish, merupakan salah satu ikan hias yang sangat digemari oleh masyarakat. Ikan ini bukan asli Indonesia, berasal dari perairan sungai Amazona di Amerika Selatan. Manvis mempunyai bentuk dan warna tubuh serta gerak gerik yang sangat indah dan menarik, dan sangat cocok untuk dipelihara di akuarium sebagai pajangan. Keindahannya dapat memberi kesan tersendiri bagi yang memandangnya. Penggemarnya banyak dan harganya relatif tinggi. Budidaya Manvis di Indonesia telah berkembang dengan pesat baik sebagai kesenangan maupun usaha komersial.

Tempat Hidup
Secara alami Manvis hidup di perairan yang tenang dan banyak tanamannya. Oleh karena itu bila Manvis dipelihara di dalam akuarium yang terlalu terang dan banyak ikannya, kelihatan gelisah. Cocok sekali bila dipelihara dalam akuarium bersama jenis ikan yang geraknya lamban.

Manvis sangat sayang terhadap anaknya. Ia dengan cepat melindungi anaknya bila ada gangguan dari luar dengan jalan menyimpan di dalam mulutnya. Sifat seperti kurang menguntungkan pada saat pemijahan, karena itu tempatnya harus benar-benar aman. Dalam usaha budidaya, biasanya peternakan Manvis di DKI Jakarta menggunakan kolam yang terbuat dari semen.

Cara Pemijahan
Untuk memijahkan Manvis hndaknya digunakan induk yang benar-benar sudah dewasa dan matang telur, agar bisa didapatkan anakan yang bagus dan sehat. Ini akan memudahkan dalam pemeliharaan selanjutnya. Manvis siap memijah setelah beumur 9-12 bulan. Setiap kali memijah dapat menghasilkan 300-400 anak.

Pemilihan induk:
Jenis kelamin Manvis dapat dibedakan dengan melihat bentuk dari bagian-bagiannya:

a. Induk jantan
- Pada umur yang sama, ukuran lebih besar dari induk betina
- JIka dipandang dari atas, perut kelihatan ramping
- Kepala agak besar, bagian antara mulut dan punggung berbentuk garis cembung

b. Induk betina
- Ukuran relatif lebih kecil dari induk jantan
- Perut agak membesar dan menonjol
- Kepala agak kecil dan bagian antara sirip punggung dan kepala membentuk garis lurus

Tempat Pemijahan

Ada beberapa tempat yang harus digunakan antara lain kolam dan akuarium

1. Kolam
- Kolam dibuat dari tanah biasa atau dari semen, berukuran 1 meter persegi dengan kedalaman 80 cm
- Kolam yang masih baru tidak boleh langsung digunakan, bau semennya harus dihilangkan terlebih dahulu, dengan cara direndam dengan air selama beberapa hari. Untuk lebih cepatnya dapat ditambahkan pelepah pohon pisang
- Setelah bau semen hilang, direndam lagi dengan air biasa selama 4 hari, selanjutnya dibersihkan lagi dan dikeringkan
- Pada saat akan dipakai, kolam diisi dengan air tawar sampai kedalaman 30-60 cm
- Bila kolam pemijahan terletak di tempat terbuka perlu diberi tanaman air, misalnya enceng gondok untuk memberi suasana teduh dan tenan

2. Akuarium
- Akuarium yang digunakan berukuran sedang yaitu panjang 100 cm, lebar 75 cm dan tinggi 50 cm, dengan tebal kaca 5-6 mm
- Sebelum digunakan akuarium dibersihkan terlebih dahulu. Kemudian diisi air dengan ketinggian 30-40 cm
- Di dalam akuarium diberi pecahan genteng untuk memberi bau air yang alami
- Selanjutnya induk yang telah dipilih dapat dipijahkan secara berpasanagan

Seperti ikan Chiclid lainnya, Manvis menempelkan telurnya yang telah dibuahi pada suatu benda. Oleh karena itu tempat pemijahan harus diberi potongan paralon atau benda lain yang permukaannya halus sebagai tempat menempelnya telur.

Air yang digunakan harus jernih dengan keasaman normal (pH antara 6,8-8,2) dan suhunya antara 24-26oC. Air yang berasal dari PAM atau sumur hendaknya diendapkan terlebih dahulu selama lebih kurang 24 jam. Saat pemijahan Manvis memerlukan tempat yang gelap, oleh karena itu perlu diberi tanaman yang mengapung, misalnya eceng gondok. Bila menggunakan akuarium dindingnya tertutup dengan kertas warna gelap.

Pemijahan
Manvis memijah pada malam hari ketika suasana tenang dan sepi. Telur yang telah dibuahi menempel pada tempat yang telah sediakan. Setelah memijah induknya secara bergantian menjaga telurnya dengan mengibaskan ekornya untuk menambah Oksigen.
Telur tersebut menetas 24-36 jam dari saat dibuahi pada suhu optimal, antara 27-31o C. Burayak sudah tumbuh sirip pada umur 40-60 jam. Pada masa seperti ini makanannya masih berupa egg sach (kuning telur) dan belum memerlukan pakan tambahan

Pembesaran
Pembesaran Manvis dilakukan didalam kolam yang berukuran antara 3-4 m2 dengan kedalaman air 30 cm. Kepadatan ikan antara 150-200 ekor setiap kolam atau disesuaikan menurut ukurannya, semakin besar semakin jarang. Untuk memberikan suasana teduh dan tenang, kolam diberi peneduh tanaman eceng gondok, anyaman bambu, atau seng. Makanan yang diberikan disesuaikan dengan ukuran tubuh dan umurnya. Pada minggu pertama biasanya masih diberikan rotifera, setelah agak besar diberi kutu air yang disaring, selanjutnya tanpa disaring dan akhirnya dapat diberi cacing sutera. Setelah pencapaian dewasa dapat diberi pakan buatan (pellet) yang diberikan secara bergantian.dengan cacing sutera.

Sumber : http://ikanmania.wordpress.com/2007/12/30/budidaya-ikan-manvis/

www.blogger-kawunganten.blogspot.com

Label: ,



Ikan yang Terindah dan Fullcolor



1. Mandarinfish
Ikan Mandarinfish tidak boleh disamakan dengan Ikan Mandarin (Chinese Perch). The mandarinfish atau dragonet mandarin (Synchiropus splendidus) adalah anggota ikan kecil berwarna cerah dari keluarga dragonet, yang populer dalam perdagangan akuarium air asin. Spesies ikan mandarinfish yang tergolong kurang terkenal ini mungkin merupakan ikan yang paling berwarna-warni dan bersemangat yang pernah saya lihat.

Ikan mandarinfish ini asli Pasifik, ruang hidup spesies ini mulai dari sekitar Kepulauan Ryukyu selatan ke Australia. Ada 2 varietas dari spesies ini: Mandarinfish standar dan Psychedelic Mandarin. Yang standar biasanya memiliki pola dan warna yang lebih bagus dibanding Psychedelic. Harganya tidak lebih dari $20 per ekor, tapi yang jadi masalah adalah makanannya. Mereka cuma memakan mikro-invertebrata yang hidup di bebatuan koral. Untuk bisa memeliharanya di akuarium rumah, kita perlu memiliki bebatuan koral yang cukup di dalam akuarium selama sebulan untuk membiarkan si ikan beradaptasi dengan lingkungan barunya.

2. Juvenile Emporer Angel Fish
Ikan ini sangat terkenal di mata para penyelam. Namun sebagian besar para penyelam tidak tahu perbedaan antara ikan muda dan ikan dewasa semacam ini. Ikan Muda adalah ikan yang paling menarik di perairan. Mereka gelap biru dengan cincin biru dan putih listrik; sedangkan yang dewasa memiliki garis-garis kuning dan biru, dengan hitam di sekitar mata. Waktu tumbuh kurang lebih empat tahun untuk angelfish kaisar, waktu ini untuk memperoleh pewarnaan seperti ikan dewasa. Mereka tumbuh sampai 40 cm (15,75 in) panjangnya.

3. Lion Fish
Lion Fish adalah salah satu ikan yang paling berbisa di dasar laut. Lion Fish memiliki duri punggung berbisa yang digunakan murni untuk pertahanan ketika terancam. Sengatan Lion Fish biasanya tidak fatal bagi manusia. Jika manusia terkena sengatan ikan ini, maka orang itu akan mengalami rasa sakit yang hebat, dan mungkin sakit kepala, muntah, dan sesak nafas. Namun mereka adalah salah satu ikan yang paling indah dan penuh warna.

4. Clown Trigger Fish
Triggerfishes adalah salah satu dari sekitar 40 spesies ikan yang warna-warni dari keluarga Balistidae. Sering ditandai dengan garis dan bintik-bintik, mereka menghuni lautan tropis dan subtropis di seluruh dunia, dengan kekayaan spesies terbesar di Indo-Pasifik. Kebanyakan ditemukan di perairan dangkal, pesisir habitat, terutama pada terumbu karang. Salah satu yang paling indah spesies mereka adalah pemicu ikan badut, itu desain dan warna yang benar-benar menakjubkan!

5. Nudibranch
Nudibranch adalah anggota dari apa yang menjadi clade taksonomi sekarang, bukan ikan. Nudibranch sering disebut sebagai "siput laut", sebuah istilah non-ilmiah. Hal inilah yang menyebabkan beberapa orang menganggap bahwa setiap siput laut harus nudibranch. Nudibranchs sangat banyak dalam hal jenis, dan seringkali sangat menarik dan jelas. Di antara kelompok ini dapat ditemukan makhluk paling berwarna di bumi.

6. Symphysodon
Semua jenis Symphysodon memiliki bentuk tubuh lateral terkompresi. Namun, finnage diperpanjang tidak memberikan Symphysodon bentuk lebih bulat. Inilah bentuk tubuh yang nama secara umum diambil darimana mereka berasal. Sisik ikan ini berpola dalam nuansa orange, putih, hijau, merah, coklat, dan biru. Tinggi dan panjang ikan dewasa keduanya sekitar 20-25 cm (8-10 tahun).

7. Mantis Shrimp
Ikan Mantis shrimp tergolong jenis udang. Udang Mantis muncul dalam berbagai warna, dari warna coklat ke warna neon terang. Meskipun mereka yang umum berada di antara binatang pemangsa, kebanyakan hidup di laut dangkal dengan habitat laut tropis dan sub-tropis. Mereka kurang dipahami sebagai spesies yang banyak menghabiskan sebagian besar hidup mereka di liang dan lubang. Meskipun jarang terjadi, beberapa spesies yang lebih besar dari udang mantis mampu menembus kaca akuarium dengan serangan tunggal dari senjata ini.

8. Moorish Idol
Salah satu ikan yang paling sulit untuk tetap dalam akuarium rumah (dan sangat mahal juga). Bagi para aquarists, memelihara ikan Moorish Idol adalah puncak dari hobi. Anda mungkin berpikir pernah melihat sebelumnya, tetapi Anda mungkin membuat mereka bingung dengan spesies lain, para Bannerfish (juga dikenal sebagai Idol Palsu). Dengan khas dikompresi dan badan-badan seperti disk, kontras hitam, putih dan kuning yang membuat mereka terlihat sangat menarik bagi penjaga akuarium.

9. Clownfish
Ikan Clownfish juga dikenal sebagai Anemonefish atau ikan badut. Ikan badut adalah beberapa ikan yang indah yang umumnya terdiri dari sebuah tubuh / jeruk kuning dengan garis-garis putih bersama dengan lapisan hitam sepanjang sirip atau badan hitam dengan kuning / daerah oranye sepanjang tubuh bagian bawah dan sirip. Meskipun begitu, tergantung juga pada jenis dari Ikan badut dan mereka datang dalam berbagai tampilan. Banyak menampilkan bar putih atau patch. Ikan Badut yang terbesar mencapai panjang 18 cm (7.1 in), sedangkan terkecil hampir mencapai 10 cm (3,9 in).

10. Rainbow Parrot Fish
Dinamakan ikan Parrot karena mulut ikan ini mirp paruh burung kakaktua. Parrot ikan menggunakan paruh untuk menghancurkan dan makan invertebrata kecil yang hidup di karang. Sebagian besar pasir dan dasar laut terumbu karang, mereka mengunyah karang, makan invertebrata dan meludahkan sisa kalsium. Dalam kebanyakan spesies, fase awal membosankan merah, coklat atau abu-abu, sedangkan fase terminal jelas hijau atau biru dengan tambalan cerah merah muda atau kuning. Terminal sangat berbeda dan tahap awal adalah pertama digambarkan sebagai spesies yang terpisah di beberapa kasus, tetapi ada juga beberapa spesies mana tahap serupa.

Sumber : http://dealisdinamika.blogspot.com/2010/05/ikan-yang-terindah-dan-fullcolor.html

www.blogger-kawunganten.blogspot.com

Label: , ,