Senin, 13 Februari 2006

PENYAKIT IKAN LELE



Hama dan penyakit pada budidaya lele menjadi salah kunci penentu keberhasilan bisnis ini.  

Menanggulangi penyakit lele merupakan salah satu upaya mekmaksimalkan budidaya lele. Pertanyaan dan keluhan mengenai cara mengatasi penyakit pada ikan lele cukup sering kita dengar sehingga penting bagi para pembudidaya lele untuk memiliki pengetahuan di dalam hal ini. Untuk lele bibit di sawah  hama lele bisa datang dari kodok, Ucrit dan burung pemakan ikan dan hewan-hewan lain. Penyakit pada ikan lele biasanya disebabkan oleh mikroorganisme yang tidak kasat mata.
Penyakit Biasa Menyerang Ikan Lele

Penyakit pada ikan lele cukup beragam dan memerlukan penanganan yang berbeda-beda tergantung jenis penyakitnya. Untuk mengetahui jenis penyakit apa yang menimpa ikan lele peliharaan kita, bisa dilihat dari gejala-gejala luar ikan lele. Meski lele termasuk ikan yang tahan hidup dalam air yang berkualitas buruk, tetapi sanitasi air memegang peranan penting dalam menunjang kesehatan lele.
Penyakit pada ikan lele biasanya disebabkan oleh mikroorganisme yang bersifat parasit yang hidup pada tubuh ikan lele, mikroorganisme ini biasanya berupa virus, bakteri, jamur, dan protozoa yang berukuran kecil. Beberapa penyebab penyakit pada ikan lele antara lain:

1. Penyakit karena Bakteri Aeromonas hydrophilla dan Pseudomonas hydrophylla
 
Bentuk bakteri ini seperti batang dengan cambuk yang terletak di ujung batang, dan cambuk ini digunakan untuk bergerak. Gejala Lele terjangkitBakteri ini : warna tubuh menjadi gelap, kulit kesat dan timbul pendarahan. Lele bernafas megap-megap di permukaan air.
Pengobatan: melalui makanan antara lain pakan dicampur Terramycine dengan dosis 50 mg/kg ikan/hari, diberikan selama 7-10 hari berturut-turut atau dengan Sulphonamid sebanyak 100 mg/kg ikan/hari selama 3-4 hari.
Pengendalian: memperbaiki kualitas air dan lingkungan kolam.
Pengobatan: dengan Terramycin dicampur dengan makanan 5-7,5 gram/100 kg ikan/hari selama 5-15 hari.
Penyebab: jamur ini tumbuh menjadi saprofit pada jaringan tubuh yang mati atau ikan yang kondisinya lemah.
Gejala: ikan ditumbuhi sekumpulan benang halus seperti kapas, pada daerah luka atau ikan yang sudah lemah, menyerang daerah kepala tutup insang, sirip, dan tubuh lainnya. Pengendalian: benih gelondongan dan ikan dewasa direndam pada Malachyte Green Oxalate 2,5-3 ppm selama 30 menit dan telur direndam Malachyte Green Oxalate 0,1-0,2 ppm selama 1 jam atau 5-10 ppm selama 15 menit.
2.Penyakit bintik putih dan gatal (Trichodiniasis)
Gejala:
(1) ikan yang diserang sangat lemah dan selalu timbul di permukaan air;
(2) terdapat bintik-bintik berwarna putih pada kulit, sirip dan insang;
(3) ikan sering menggosok-gosokkan tubuh pada dasar atau dinding kolam.
Pengendalian: air harus dijaga kualitas dan kuantitasnya.
3.Penyakit cacing Trematoda
Penyebab: cacing kecil Gyrodactylus dan Dactylogyrus. Pengendalian:
(1) direndam formalin 250 cc/m3 air selama 15 menit;
(2) Methyline Blue 3 ppm selama 24 jam;
(3) menyelupkan tubuh ikan ke dalam larutan Kalium Permanganat (KMnO4) 0,01% selama ±30 menit;
(4) memakai larutan NaCl 2% selama ± 30 menit;
(5) dapat juga memakai larutan NH4OH 0,5% selama ±10 menit.

4.Penyakit yang menimpa ikan lele biasanya terjadi karena lingkungan air yang tidak baik, misalnya tercemar oleh zat-zat berbahaya, kepadatan tebar yang terlalu besar dan perubahan suhu yang drastis. Pada kondisi demikian daya tahan ikan lele menurun dan mudah terjangkitpenyakit. Penyakit pada lele bisa juga berasal dari bibit lele sudah membawa penyakit dari asalnya, hanya belum menunjukkan gejala sakit saat ditebar. Cara lain mengatasi penyakit ikan lele adalah penakaran ikan lele sakit pada kolam karantina yang diberi garam ikan, selain dengan pengobatan-pengobatan tersebut.

Label: , ,



Minggu, 12 Februari 2006

PENGENDALIAN PENYAKIT IKAN AIR TAWAR





bakteri pada ikan
Salah satu masalah bagi ikan air tawar adalah adanya penyakit ikan yang dapat disebabkan oleh penyebab infektif (parasit, jamur, bakteri, virus) maupun non infektif (kualitas air, kandungan gizi pakan, genetik dan lain-lain).
Penyakit tersebut dapat dikendalikan melalui tindakan preventif (pencegahan) maupun kuratif (pengobatan) dengan harapan didapatkan ikan yang sehat sehingga menunjang keberhasilan budidaya ikan. Secara umum tindakan preventif terhadap penyakit dapat dilakukan dengan cara melakukan pengolahan budidaya ikan secara baik, seperti :

a. Melakukan persiapan kolam dengan baik dan tepat yaitu pengeringan kolam, pengapuran dan pemupukan.
b. Padat penebaran optimal
c. Melakukan penanganan ikan secara baik pada saat penebaran maupun panen sehingga tidak menimbulkan luka yang dapat menyebabkan infeksi
d. Mencegah agar tidak terjadi kontak langsung antara ikan sakit dan sehat dengan cara mengisolasi ikan yang terserang penyakit
e. Mencegah penularan yang dapat terjadi melalui peralatan yang dipakai, wadah maupun air media pemeliharaan
f. Menjaga agar kualitas air media tetap pada kondisi optimal
g. Menjaga kualitas pakan agar tetap baik dan cukup dalam jumlah pakan yang diberikan

Berikut ini diuraikan berapa jenis penyakit dengan penyebabnya serta cara pengobatannya.

Kadang-kadang terjadi kerusakan pada kulit dan sirip disertai infeksi sekunder.
Pengobatan :
 Pengobatan penyakit ini dapat dilakukan dengan formalin 25 ppm dan NaCl 500 ppm

 Ichthyophthiriasis

Organisme penyebab :. Ichthyophthiris multifillis
 Parasit ini dapat membunuh hampir semua jenis ikan, terutama benih dan membunuh organ permukaan dan insang. Dikenal dengan istilah “White Spot” (bintik putih)Gejala Klinis
 Pada ikan yang terinfeksi terdapat bintik putih pada permukaaan tubuh dan sirip. Mengalami infeksi pada bagian tubuh yang terinfeksi Nafsu makan berkurang Pengobatan :
 Penyakit ini dapat diobati dengan menggunakan formalin 25 ppm + malachite green 0,1 ppm dan NaCl 2500 ppm
.
Chilodinellasis
Organisme penyebab :. Chilodinella spp Parasit ini dapat membunuh semua jenis ikan air tawar, yaitu pada permukaan tubuh dan insang dan dapat menimbulkan irirtasi pada organ yang diserang tersebut.
Gejala Klinis
  1.  Tidak ada tanda klinis yang spesifik.
  2.  Ikan terlihat lemas dan tidak mau makan
  3.  Lendir berlebihan
  4.  Pendarahan dan terjadi kerusakan pada insang.
  5. Pengobtan :
  6. Penyakit ini dapat diobati dengan menggunakan formalin 150 - 250 ppm selama ½ jam, Kmno4 10 ppm selama ½ jam dan CuSO4 500 ppm selama 1 menit.
Infeksi Epistylis
Organisme penyebab :. Epistylis spp
 Organisme ini dapat membunuh ikan air tawar, terutama ikan Mas, Nila, Udang Galah dan beberapa jenis ikan hias.Gejala Klinis
 Pada beberapa jenis ikan hias yang terinfeksi terlihat bintik putih seperti kapas pada permukaaan tubuh disertai pendarahan.Pengobatan :
Penyakit ini dapat diobati dengan menggunakan NaCl 30.000 ppm 5 – 10 menit, dan perendaman formalin 25 – 40 ppm selama 24 jam yang diulangi sampai 5 – 7 hari.

 Infeksi Zoothamnium
Organisme penyebab :. Zoothanium sp
 Parasit ini pada ikan air tawar, terutama membunuh Udang Galah, pada organ insang dan karapas.Gejala Klinis
 Udang yang terinfeksi memperlihatkan gejala otot tubuh yang buram, bagian dorsal abdomen sedikit membengkak.
Pengobatan :
 Pengobatan penyakit ini adalah dengan menggunakan formalin 50 - 100 ppm selama 30 menit.

odiniasis
Organisme penyebab :. Oodinium sp
 Parasit ini membunuh benih ikan air tawar terutama ikan Mas,Nila, Gurame dan ikan hias. Dikenal dengan nama “Velvet disease”
Gejala Klinis
 Pada ikan yang terinfeksi terjadi kerusakan kulit/kulit terlepas kadang disertai pendarahan.Pengobatan :
 Pengobatan penyakit ini dilakukan dengan menggunakan Methylene Blue 2 - 6 ppm selama 3 – 5 hari., CuSO4 5 – 10 ppm selama 5 menit.

Infeksi Myxosporea
Organisme penyebab :. Myxobolus koi, Myxobolus artus Parasit ini membunuh ikan air tawar, terutama ikan Mas dan Tawes, Myxobolus koi membunuh insang dan Myxobolus artus membunuh jaringan daging.
Bintik tersebut merupakan cyste dari organisme ini.
 Ikan yang terinfeksi biasanya tidak tumbuh/berkembang menjadi dewasa.Pengobatan :
Sampai sejauh ini belum ditemukan obat yang cocok, sehingga usaha yang dilakukan adalah mengadakan seleksi ketat agar ikan yang terinfeksi tidak menyebar ke tempat lain, dan mencegah dengan pengapuran pada saat persiapan kolam sebanyak 25 – 50 kg/m2.

Daclylogynus sp dan
Gyrodaclylus sp

 Penyakit ini membunuh permukaan tubuh dan insang ikan air tawar terutama ikan Mas, Nila, Lele dan ikan hias.
Gejala Klinis
 Pada permukaan tubuh ikan yang terserang terdapat bintik putih seperti kapas disertai pendarahan Ikan Lele yang terserang pada insangnya seringkali menggantung di bawah permukaan air.Pengobatan :Ikan yang terserang dapat diobati dengan menggunakan Garam NaCl 2500 ppm, atau formalin 25 - 40 ppm selama 24 jam, dan diulang beberapa kali.

Infeksi Jamur
Organisme penyebab :. Dapat juga menempel pada telur ikan dan cepat sekali menyebar.Gejala Klinis
 Ikan yang terinfeksi jamur ini terlihat benang-benang putih atau coklat yang tumbuh pada permukaan tubuh.

feInksi Aeromonas
Organisme penyebab :. Aeromonas hydrophillaOrganisme ini merupakan salah satu bakteri golongan phatogen gram negatif yang membunuh jenis ikan air tawar baik ikan budidaya maupun ikan hias.
 Gejala Klinis
 Bakteri ini menginfeksi ikan terutama dengan tanda-tanda borok yang kadang disertai nanah, dan terjadi kerusakan jaringan. Bercak merah pada permukaan tubuh.Pengobatan :Pengobatannya dilakukan dengan perendaman menggunakan Oxytetracycline 10 ppm dan melalui pakan ikan sebanyak 25 mg/kg selama 7 – 10 hari.
salah satu penyakit ikan hias(insang membengkak)


Pada pengendalian penyakit ikan air tawar, yang terpenting adalah menjaga jangan sampai ikan tersebut terserang penyakit dan pemantauan terhadap kesehatan perlu dilakukan secara kontinyu sehingga pengobatan dapat dilakukan sedini mungkin.

By: fahmiadiatma@gmail.com


Label: ,