Minggu, 26 Februari 2006

Beternak Undur Undur : Obat Alternatif Penyakit Dalam




Mungkin baru sedikit yang mengetahui hewan undur-undur bisa menjadi alternatif obat penyakit dalam seperti diabetes dan hipertensi.
Tapi lebih sedikit lagi yang tahu ternyata hewan kecil yang hidup liar di pasir ini bisa diternakan. Warga di Desa Pegagan Lor, Cirebon telah dua tahun mengembangbiakan undur-undur.
Uniknya undur-undur tersebut tidak diperjualbelikan, tapi dibagikan secara cuma-cuma pada warga yang memerlukan. Kotak dari styrofoam dan kayu ini bukan bak pasir mainan anak-anak.
Didalam kotak ini hidup ratusan hewan kecil mirip sejenis serangga tanah bernama undur-undur. Ya, hewan liar yang hidup dihabitat berpasir ini sengaja diternakan.
Suganda, warga Desa Pegagan Lor, Kecamatan Kapetakan, Cirebon telah dua tahun lebih berternak undur-undur. Cara beternak undur-undur cukup mudah. Cukup menyediakan kotak berisi pasir kering, lembut dan beberapa ekor bibit undur-undur didalamnya.
Hanya dalam waktu satu minggu, undur-undur akan menetakan telur disarangnya yang mirip kawah gunung. Untuk pangannya, undur-undur hanya membutuhkan serangga kecil seperti semut atau telur semut herang.
Setiap pagi kotak undur-undur harus selalu dijemur selama dua jam. Kotak-kotak ini harus terbebas dari air agar undur-undur tidak mati.
Uniknya, Suganda tidak menjual undur-undurnya. Jika ada warga yang membutuhkan, cukup datang ke rumahnya sambil membawa capsul kosong. Undur-undur dimasukkan ke capsul dan langsung diminum.
Menurut Suganda, agar tidak keracunan dosis undur-undur harus disesuaikan dengan jenis kelamin, umur, jenis penyakit dan stadium penyakit. Jika untuk menjaga stamina, cukup dengan satu kapsul sehari yang berisi tiga undur-undur. (Mashuri Wahid/Sup/Ijs)
Sumber: Indosiar.com

Label:



Undur-undur Obat Diabetes yang Makin Populer




Sejak ramai dipublikasikan di berbagai media, undur-undur yang bernama latinMyrmeleon sp ini kian ngetop sebagai obat alternatif diabetes melitus. Disamping khasiatnya, harganya juga terbilang cukup murah. Kepopulerannya juga terbukti dari semakin banyaknya kalangan pebisnis yang membudidayakan dan menjual serangga yang berjalan mundur ini.
Selain tripang emas, undur-undur juga bisa digunakan sebagai obat alternatif mengatasi diabetes. Binatang kecil biasa dijumpai di sekitar rumah berhalaman pasir itu ampuh menurunkan gula darah.
Dalam bahasa mandarin hewan ini bernama di-gu-niu dan dalam bahasa Inggris disebut Antlion. Hewan yang biasa berjalan mundur ini dari beberapa kesaksian beberapa orang disebut-sebut dapat menurunkan kadar gula penderita diabetes dan berkhasiat untuk beberapa penyakit lain seperti stroke berat. Ilmu pengobatan Cina pun hingga saat ini masih menggunakannya.

Undur-undur adalah kelompok binatang holometabola yaitu serangga yang mengalami metamorfosis sempurna. Tahapan dari daur serangga yang mengalami metamorfosis sempurna adalah telur, larva, pupa, dan imago. Larva adalah hewan muda yang bentuk dan sifatnya berbeda dengan dewasa. Pupa adalah kepompong dimana pada saat itu serangga tidak melakukan kegiatan, pada saat itu pula terjadi penyempurnaan dan pembentukan organ. Imago adalah fase dewasa atau fase perkembangbiakan. Berdasarkan ciri sayap dan alat mulutnya, binatang ini merupakan ordo Neuroptera Ordo Neuroptera adalah serangga bersayap jala.
Ciri serangga ini adalah mulut menggigit, dan mempunyai dua pasang sayap yang urat-uratnya berbentuk seperti jala. Contoh: undur-undur, metamorfosis sempurna (siklus hidupnya: telur, larva, pupa (kepompong), imago).
Pengobatan dengan undur-undur ini pun mengggunakan cara unik. Undur-undur yang masih hidup dimasukkan ke dalam kapsul dan ditelan layaknya obat. Warga yang mengonsumsinya pun mempercayai khasiat pengobatan ini. Namun dari kaca mata medis, kepercayaan sebagian masyarakat tentang undur-undur sebagai obat diabetes belum bisa dibuktikan. Sebab itu, Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) Aru W. Sudoyo, pihaknya tak berani merekomendasikan undur-undur sebagai obat diabetes.
Berdasarkan penelitian diketuai Tyas Kurniasih dari Universitas Gadjah Mada Jogjakarta berjudul Kajian Potensi Undur-Undur Darat (Myrmeleon sp) 2006, binatang ini mengandung zat sulfonylurea.
Kerja sulfonylurea pada undur-undur adalah melancarkan kerja pankreas dalam memproduksi insulin. Karena, ketika insulin dalam tubuh manusia menurun sementara kadar glukosa darah meningkat, maka terjadi ketidakseimbangan. Di mana insulin sebagai penghasil energi tubuh terus berkurang. Akibatnya, tubuh mudah terserang penyakit.

Label:



Tentang Lebah Madu




Lebah madu mencakup sekitar tujuh spesies lebah dalam genus Apis, dari sekitar 20.000 spesies yang ada. Saat ini dikenal sekitar 44 subspesies. Mereka memproduksi dan menyimpan madu yang dihasilkan dari nektar bunga. Selain itu mereka juga membuat sarang dari malam, yang dihasilkan oleh para lebah pekerja di koloni lebah madu.
Lebah madu yang ada di alam Indonesia adalah A. andreniformis, A. cerana dan A. dorsata, serta khusus di Kalimantan terdapat A. koschevnikovi.

Sejarah lebah madu

Lebah madu telah di kenal oleh manusia sejak jaman budaya-budaya kuno beberapa ribu tahun yang lalu.
Al Qur'an menempatkan secara istimewa lebah madu menjadi sebuah judul yaitu An Nahl (Lebah Madu). Dalam salah satu ayatnya (Surah An Nahl ayat 68-69 tertulis: Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu dan di tempat-tempat yang dibuat oleh manusia. Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah di mudahkan. Kemudian dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang berpikir.
Dalam Bibel pada bagian perjanjian lama disebutkan Manna diturunkan Allah di Padang Pasir Sinai sewaktu Nabi Musa memimpin umat Israel yang tersungut-sungut karena kekurangan makanan. (Keluaran 16:13-35) Manna (honeydew) diartikan sebagai makanan dari surga karena enaknya (Sihombing D.T.H,1997, Ilmu ternak Lebah Madu Madu, UGM Press, Yogyakarta).
Pembudidayaan lebah madu yang kini populer berasal dari kawasan Laut Tengah (Afrika Utara, Eropa selatan dan Asia Kecil) yang selanjut menyebar ke seluruh wilayah dunia. (Sihombing D.T.H:1997). Bangsa Mesir Kuno membuat corong dari tanah liat sebagai sarang lebah, kemudian dari keranjang anyaman. Di Afrika lebah madu dipelihara dalam bongkahan kayu berbentuk silinder dan sarang tersebut digantung di pohon. Bangsa Rusia sebagai pengembang lebah madu secara modern, malahan disebut sebagai daerah lahan madu. Rusia mulai mengembangkan peternakan madu sejak abad ke 10 hingga kini secara besar-besaran. Mereka yang menemukan sarang lebah madu yang bisa dipindah-pindahkan, teknik tersebut diperkenalkan oleh Peter Prokovich (1775-1850).
[Sumber: Lebah Madu di Wikipedia]

Label:



Cara Beternak Lebah Madu




Ada beragam jenis lebah madu yang layak dibudidayakan. Di antaranya lebah dari jenis lebah hutan (Apis dorsata), lebah lokal (Apis cerana), dan lebah unggul (Apis mellifera). Lebah unggul, sesuai namanya, yang paling disenangi pasar. Jenis ini lebih produktif dibandingkan lebah lokal, juga lebih jinak. Racun pada sengatnya sangat cocok untuk pengobatan berbagai penyakit. Lebah yang dibudidayakan oleh kebanyakan peternak di dunia ini awalnya berasal dari daratan Eropa.
Modal yang diperlukan dalam beternak lebah madu adalah pengetahuan dasar dalam beternak lebah madu, investasi modal tetap yang diperlukan dalam kegiatan budidaya lebah madu selama beberapa periode pemanenan termasuk alat-alat produksi dan koloni lebah madu minimal 40 kotak idealnya adalah 100 kotak koloni lebah madu.

Pemilihan bibit Lebah Madu jenis unggul
Ciri-ciri bibit lebah madu kwalitas super:
  1. Mempunyai Ratu lebah yang secara fisik bagus dan berusia antara 3 bulan sampai 1 tahun
  2. Jumlah dan kwalitas telor yang dihasilkan Ratu lebah banyak
  3. Hasil panen  lebih banyak baik hasil madu, bee pollen, royal jelly dan propolis
  4. Larva lebah yang dihasilkan lebih segar
  5. Lebah biasanya lebih agresif
Memperbanyak koloni lebah madu
Beternak lebah madu agar menghasilkan keuntungan yang optimal seorang peternak lebah madu harus mempunyai minimal 100 kotak koloni lebah madu. Langkah-langkah untuk meningkatkan jumlah koloni lebah madu:
Gembalakan lebah madu pada lokasi yang tersedia pakan cukup banyak. Dengan tersedianya pakan yang cukup maka ratu lebah akan lebih banyak menghasilkan telor dan lebah pekerja juga lebih giat membuat sarang baru.
  1. Menyiapkan calon Ratu lebah madu untuk ditempatkan dalam koloni lebah madu yang baru.
  2. Memisahkan koloni lebah madu yang sudah padat ke dalam kotak koloni lebah madu yang baru dan  ditempatkan calon ratu lebah baru atau ratu lain yang sudah jadi.
Membuat calon Ratu Lebah
1. Ambil larva lebah madu yang baru menetas usia 1 hari
2. Masukan kedalam satu potong frame Royal jelly
3. Frame Royal jelly yang sudah terisi larva lebah madu di tempatkan pada kotak super ( kotak lebah madu yang berisi koloni lebah madu minimal 2 tingkat)
4. Sekat/pisahkan kotak super lebah madu tersebut dengan ratu lebah berada di kotak bawah dan frame royal jelly calon ratu lebah madu di tempatkan pada kotak atasnya. Sehingga ratu lebah madu tidak bisa mendekati calon ratu lebah madu.
5. Diamkan selama 11 hari sampai calon ratu lebah menjadi kepompong.
6. Setelah sebelas hari calin ratu di pindahkan ke kotak lebah yang besisi koloni lebah tanpa ada ratunya.
7. 13 hari calon ratu lebah keluar kepompong dan langsung diangkat menjadi ratu lebah oleh koloni lebah tersebut
8. Bisanya setelah seminggu ratu lebah siap untuk kawin dan mengembangkan koloni lebah yang baru ditempati tersebut.
Peralatan Beternak Lebah Madu :
  1. Kotak lebah, tempat koloni lebah madu terbuat dari kayu Suren atau Mahoni
  2. Alat pengasap untuk menjinakan lebah madu yang agresif
  3. Masker pelindung serangan lebah madu
  4. Pengungkit sisiran
  5. Sikat sisiran lebah madu
  6. Sisiran yang terbuat dari rangka kayu dan ditengahnya diberi kawat sebagai penahan landasan sarang lebah madu
  7. Pollen Trap untuk panen Bee Pollen
  8. Frame Royal jelly untuk panen Royal Jelly dan membuat calon Ratu Lebah
  9. Extraktor untuk panen Madu
Penggembalaan Lebah Madu
Antara bulan Mei hingga September adalah masa dimana peternaka lebah menggembalakan lebah madunya ke perkebunan-perkebunan yang menyediakan pakan lebah madu cukup banyak.
Peternak lebah madu di pulau Jawa umumnya mengembalan lebah madu ke perkebunan Karet, Kapuk, Rambutan, Lengkeng, Mangga, Kopi dan Duwet . sehingga dihasilkan Madu berdasarkan spesifikasi jenis bunga.
Antara bulan Mei hinga September inilah saat di mana peternak lebah madu menikmati manisnya pendapatan dari hasil lebah madu seperti madu dari berbagai jenis bunga, Bee pollen dan Royal jelly.
Setelah bulan September peternak lebah madu mengalami masa paceklik, dimana musim madu telah lewat. Untuk menutupi biaya perawatan lebah madu maka umumnya peternak mengembalakanya lebahnya ke perkebunan jagung, disini peternak lebah madu dapat menghasilkan Bee pollen jagung dan Royal jelly.
Kendala yang biasa dihadapai Peternak Lebah Madu:
1. Factor Alam (cuaca):
Tahun 2007 banyak peternak lebah madu yang gulung tikar akaibat cuaca yang tidak menentu. Sebagia contoh peternak lebah dengan perhitungan tahun sebelumnya biasanya panen madu kelengkeng sekitar bulan September. Dengan asumsi tersebut peternak lebah madu akan mengembalan lebahnya ke daerah Ambarawa namun akibat cuaca yang tidak menentu ternyata pohon kelengkeng gagal berbunga.
Peternak yang sudah terlanjur membawa koloni lebahnya ke tempat tersebut tentu akan rugi besar selain biaya tarnsportasi yang mahal juga banyak lebah yang mati kelaparan.
2. Lingkungan Masyarakat
Masyarakat Indonesia banyak yang mengagap peternak lebah madu sebagai hama tanamannya. Sehingga sebagian masyarakat akan mengusir peternak lebah madu yang masuk keareal perkebunannya. Atau kalau di izinkan maka sewa lahan sebagai tempat beternak lebah sangat mahal.
Hal ini tentu sangat berbeda dengan peternak lebah madu di luar negri. peternak lebah justru di cari untuk membantu penyerbukan perkebunan dan diberi upah karena telah membantu meningkatkan hasil produksi pertaniannya.
Syarat untuk berhasil dalam bisnis ini cukup dengan menimba ilmu dan menerapkan pengetahuan yang dimiliki tentang kehidupan koloni lebah. Misalnya suhu ideal yang cocok bagi lebah adalah sekitar 26 derajat C, pada suhu ini lebah dapat beraktifitas normal. Suhu di atas 10 derajat C lebah masihberaktifitas. Di lereng pegunungan/dataran tinggi yang bersuhu normal (25 derajat C). Lokasi yang disukai lebah adalah tempat terbuka, jauh dari keramaian dan banyak terdapat bunga sebagai pakannya.

Label:



KANDANG ITIK / BEBEK DALAM SISTEM BUDIDAYA INTENSIF




Sarana utama budidaya Itik / Bebek petelur berupa kandang. Kandang ren dirasakan cocok dan banyak dipakai dalam budidayaItik / Bebek semi intensif. Dengan kandang ren pemeliharaan Itik / Bebek dapat dilakukan secara massal (koloni). Di dalam kandang ren Itik / Bebek masih leluasa bergerak ke sana-ke mari, sehingga lebih sehat. Sebelum membangun kandang pilihlah lokasi yang cocok, antara lain jauh dari kegaduhan yang disebabkan oleh berbagai aktivitas manusia. Walaupun diperbolehkan terlindung pepohonan, sebaiknya kandang Itik / Bebek cukup terkena sinar matahari.

Kandang Itik / Bebek

Kandang ren terbagi dua ruangan utama; ruang istirahat (bertelur) dan pelataran tempat bermain (playangan). Ruang istirahat berupa ruangan beratap seperti rumah joglo, berlantai tanah yang dilapis alas (litter). Di tempat itulah Itik / Bebek beristirahat pada malam hari, dan bertelur pada dini hari. Lebar ruang istirahat disesuaikan dengan kapasitas Itik / Bebek yang akan dipelihara. Idealnya 4 ekor Itik / Bebek menempati ruang 1m2. Jadi bila ingin memelihara 600 ekor Itik / Bebek petelur misalnya, diperlukan area kurang lebih 150 m2. Lahan seluas itu dibagi dua, separuh untuk kandang tertutup dan selebihnya untuk pelataran. Misalkan kandang dibuat 25m x 6m, berarti satu sekat ruang istirahat dan pelataran masing-masing luasnya 3m x 5m. Jumlah ruangan 5 unit, setiap unit dihuni 120 ekor Itik / Bebek.
Itik / Bebek yang bisa beristirahat tenang produktivitasnya tinggi. Oleh karena itu ruangan dibuat senyaman mungkin. Hindari atap bocor apabila hujan. Pilihan bahan Baku atap antara lain genteng, asbes, plastik, ataupun rumbia. Yang disebut terakhir disukai peternak, selain harganya murah dan dapat menahan panas. Rangka dan penyangga terbuat dari kayu atau bambu. Agar peternak mudah masuk ke kandang, tinggi atap 2,5m-3m dari lantai.
Bagian belakang dan samping kiri-kanan kandang ditutup tembok atau bilik bambu. Adanya dinding belakang dan samping, selain mencegah Itik / Bebek keluar kandang juga demi keamanan. Untuk menjamin lancarnya sirkulasi udara, antara ruang istirahat dan pelataran dibuat terbuka.  Hal ini penting karena dalam ruangan tertutup gas yang timbul akibat timbunan kotoran seperti NO2, SO2, CO, CO2, H2S mengganggu kesehatan Itik / Bebek. Pembatas ruangan hanya berupa sekat/pagar bambu atau kayu setinggi 50cm-60cm.
Lantai kandang yang empuk dan kering merangsang Itik / Bebek bertelur. Alas lantai berupa jerami, sekam, serbuk gergaji, atau rumput kering. Bahan lain, asalkan empuk, tidak mudah padat, kering, agak lembap, hangat, bersih, dan dapat mencegah telur tidak pecah.
Ada yang menyukai dasar lantai disemen (plester). Namun, sebagian besar setuju apabila lantainya tanah saja. Alasannya kotoran bebek yang cair bisa meresap, karena tidak mungkin setiap hari membersihkan kandang dengan mengobrak-abrik alasnya. Untuk mempertahankan kondisi kandang tetap baik, tanah diberi kapur sebelum diberi alas. Tujuannya, untuk mencegah penyakit dan mengurangi bau karena kotoran Itik / Bebek.
Dengan perlakuan ini kandang bisa dibersihkan total setelah 2 tahun. Cara lain mengantisipasi serangan penyakit adalah dengan menyemprot tanah dengan larutan formalin 5%.

Label:



Periode Rontok Bulu dalam Usaha Budidaya Itik / Bebek Sistem Semi Intensif




Periode bertelur Itik / Bebek dibatasi pada peristiwa Rontok Bulu. Pada proses ini sebagianItik / Bebek berhenti bertelur sementara, sehingga dalam satu populasi produksinya menurun sampai 10%-20%.
Rontok Bulu merupakan proses alami yang tidak bisa dihindari. Namun, menurut beberapa peternak, Itik / Bebek yang sehat masa reproduksinya lebih panjang. Sehingga masaRontok Bulunya dicapai lebih lama (6 bulan). Dalam setahun, normalnya Itik / Bebekmengalami Rontok Bulu 1-2 kali. Rontok Buluberlangsung antara 3 minggu sampai 1 bulan.
Itik / Bebek Rontok Bulu cenderung makan banyak. Namun, karena tidak menghasilkan telur, pakan yang diberikan kualitas dan porsinya harus dikurangi. Selama 3 hari hanya diberi makan 10% dari biasanya. Pakannya cukup yang murah saja, antara lain dedak, karak, dan eceng gondok.
Ada peternak yang memisahkan Itik / Bebek Rontok Bulu, ada yang tidak. Sedikit demi sedikit porsi pakan dinaikkan lagi. Setelah dua minggu porsi pakan yang diberikan normal. Dengan perawatan dan pakan yang baik, 1-1,5 bulan Itik / Bebek telah berproduksi normal.
Peternak umumnya ingin Rontok Bulu segera selesai berakhir supaya produksi telur berlanjut lagi. Agar Rontok Bulu berlangsung serentak, dapat dirangsang dengan memberikan pakan ikan asin. Ada yang mengatakan tidak perlu merangsang atau mempercepat proses selesainya Rontok Bulu. Sebab bila dipaksakan masa produksi Itik / Bebek bisa berhenti lebih cepat. Pada saat Rontok Bulu dalam satu populasi masih bisa dipungut  hasil 15%-20%. Dengan populasi optimal 2500 ekor, peternak bisa tetap eksis walaupun Itik / Bebeknya tidak berproduksi.

Label:



Panen Telur dan Penanganan Akhir Produksi dalam usaha Budidaya Itik / Bebek Secara Intensif




Biasanya Itik / Bebek berTelur dini hari. Pada pukul 06.00-07.00 dapat dipastikan tidak ada lagi Itik / Bebek yang berTelur. Kandang istirahat boleh dibuka dan Itik / Bebek dikeluarkan. Sementara Itik / Bebek sarapan Telur dipunguti satu persatu. Wadah Telur berupa keranjang atau wadah lain yang cekung. Telur mengandung protein tinggi, dan mudah busuk sehingga
menyimpan berlama-lama merupakan risiko. Hendaknya Telur segera dipasarkan. Untuk meningkatkan nilai tambah, Telur bisa diasin. Sebagai prasyarat Telur tidak boleh disimpan lebih dari 5 hari.

Akhir produksi itik / Bebek

Satu ekor Itik / Bebek yang dibudidayakan semi intensif dapat berproduksi 250-270 butir/tahun. Produksi ini jauh lebih tinggi dibanding Itik / Bebek yang dibudidayakan sistem angon, hanya 170 butir/tahun. Dalam satu populasi Itik / Bebek yang dipelihara, potensi produksi berbeda. Sehingga dalam satu koloni besar, jarang yang mencapai 100%.
Produktivitas Telur Itik /  Bebek, dihitung atas perbandingan jumlah Telur dan populasiItik / Bebek dalam satu kelompok. Misalnya satu sekat kandang berisi 100 ekor Itik / Bebek menghasilkan 60 butir Telur per hari. Produktivitasnya bisa dikatakan 60%. Dengan demikian 40% di antaranya belum memasuki masa produktif atau memang sudah tidak produktif. Itulah sebabnya penting untuk mencari bibit Itik / Bebek yang seragam dari sumber yang sama.
Masa produksi ekonomis Itik / Bebek Petelur yang dibudidayakan secara semi intensif kurang lebih 2 tahun. Bila pemeliharaan optimal, ritme produktivitas Itik / Bebekberangsur naik. Mula-mula berTelur sebanyak 15%. Pada umur 7 bulan produksinya langsung meningkat 60%, 7-9 bulan secara bertahap naik menjadi 70%-80%. Pada bulan ke 9 sampai 10, produksinya berangsur menurun lagi. Rata-rata produksi per tahun kira-­kira 60%. Menurut pengalaman peternak pada periode berTelur kedua, produktivitasnya paling tinggi. Pantas peternak yang cukup modal, hanya memelihara sampai 2 periode rontok bulu. Lebih untung mencari bibit baru yang lebih produktif.
Secara ekonomis memelihara Itik / Bebek nonproduktif jelas tidak menguntungkan. Oleh karena itu peternak tidak harus menunggu masa produksi selesai, tetapi ada baiknya setiap waktu diseleksi. Yang tidak produktif, sebaiknya disingkirkan (apkir).
Populasi Itik / Bebek yang produksinya di bawah 45% harus menjadi perhatian. Dengan teknik pemisahan bertahap dapat diketahui Itik / Bebek produktif dan yang harus diapkir. Seleksi bisa dilakukan baik pada periode petama, maupun periode selanjutnya. Itik / Bebek apkir dapat dijual sebagai Itik / Bebek potong. Harganya 40% dari harga bibit siapTelur. Di Mojosari harga Itik / Bebek apkir di tingkat pengepul Rp10.000—Rp13.000/ekor. Membudidayakan Itik / Bebek Petelur memang tidak ada ruginya, litter bercampur kotoran pun bisa di jual. Kalau telaten bulu yang rontok juga bisa dijual.

Label:



Mengkandangkan Katak




Katak-katak di kandang.
• Ini adalah bentuk budaya populer juga. Biayanya kurang dari dibesarkan di kolam beton.
• Pada sebagian besar kolam. Tetapi sulit untuk mengontrol, air bersih dan sulit untuk mengendalikan dari lubang mortir.
Foto kandang dan katak. 
Sebuah kolam untuk katak di kandang.
• tambak akan digali sekitar 35 x 20 meter dan kedalaman 80-100 cm banyak sumur sebagian besar cocok bagi mereka dengan area utilitas di masa lalu.
• katak dan kandang selesai (kandang mesin jahit. Apakah lebih tahan lama daripada mereka yang dijahit tangan) dengan kandang dari ukuran yang paling populer adalah 3 x 4 meter, yang akan menempatkan katak adalah sekitar 1200-2500 individu / kandang cukup sering menempatkan fit dalam ruang. Gang di tengah untuk makan mudah dan katak menangkap secara bertahap dijual.
• memompa air ke kolam sekitar 50 cm dan kemudian diregangkan dengan kandang kayu ใผ e. Pad karet mengambang di bawah kandang untuk mengapung di atas air. Sebuah wilayah basah untuk katak hidup.
• Dengan atas dari net. Musuh-musuh kodok untuk makan. LAN dan shading, dan hujan katak berbeda.
• Jika air hanya air setiap 7 hari, dengan bau air penting. Tidak busuk banyak.
Air untuk katak pertanian.
• Jika air asam. Tambahkan kapur untuk menetralisir air dan mengukur pH air lagi. Dan air, seperti yang disebutkan sebelumnya, katak.
• air dari sumber air publik dimana kualitas air sering tidak merata atau terkontaminasi dengan bahan kimia yang digunakan dalam pertanian. Harus dipertimbangkan untuk diadopsi. Dulu reservoir air pertama penyimpanan.
• Jika air yang digunakan adalah tanah dan air harus disaring sebelum digunakan. Tapi kualitas yang baik digunakan untuk mendapatkan katak juga. 


Keuntungan. 
1. Partai di rumah. Sebuah wilayah tanah lapangan. Bidang yang sangat baik. 
2. Umur kandang rata-rata 2-3 per kandang di kandang tidak melebihi 600 investasi baht / kandang. 
3. Perubahan air sering dan lebih cepat daripada yang lain. Jika ada air yang mengalir melalui kanal saat ini terbuka sepanjang katak tidak akan membuang-buang penyakit dan obat-obatan. 
4. Makanan yang tidak membuang terlalu banyak makanan. Sama dengan kolam ikan, jeruk nipis 
5. Menjaga penyakit lebih mudah daripada yang lain. Sama dengan kolam ikan, jeruk nipis Tapi sedikit lebih rendah. 
6. Pesta properti komersial. Lain dan biaya yang paling efektif. 
7. Untuk menangkap katak untuk dijual setiap saat. 
8. Katak tidak pergi basi. Mereka berhasil mengumpulkan hampir sewajar mungkin. 
9. Katak memiliki penyakit kurang karena mereka tidak langsung menyentuh lumpur. 
10 Jumlah katak yang bertahan sampai penjualan.. Ada jauh lebih tinggi daripada tanah biasa. 


Kerugian. 
1. Jika para pihak sangat Risiko tergelincir adalah video wanita yang baik. Matahari atau angin. Tenggelam kematian. Anda mungkin ingin menggunakan jembatan ke kolam untuk memberi makan (jika kolam besar). 
(. sangkar Anda dan meletakkannya di tanah. Katak penggunaan air segera. Kedua ekonomis dan aman mungkin. ). 
2. Investasi dari katak umum di kolam. Biayanya kurang dari mortir tangki. 
3. Jika katak air di kolam, semua kandang akan terpengaruh setelah seluruh kolam. Kontrol atau menyembuhkan penyakit daripada kolam cukup beton. 
4. Jika kandang tidak cukup baik. Atau menjahit kurangnya pengetahuan mereka sendiri. Kandang, seringkali dengan lubang atau rusak oleh kita tidak tahu. Katak akhirnya akan melarikan diri. 
5. Untuk dihancurkan dan kandang baru di akhir periode 2-3 tahun untuk berinvestasi di kandang lagi. 
6. Jika partai senang untuk menarik penghentian rebusan. Tanah harus diisi dengan baik. Mengkonsumsi itu.

Label:



SISTEM PEMBERIAN AIR MINUM PADA PEMELIHARAAN AYAM



Sangatlah penting bahwa air minum tersedia setiap saat untuk broiler. Kekurangan pasokan air minum, baik dalam jumlah, penyebaran serta tempat minum dan konsumsinya dapat mengurangi laju pertumbuhan. Ayam seharusnya tidak berjalan lebih dari 2,5 m untuk mencapai air. Tempat air minum diletakkan agark lebih tinggi sehingga ayam tidak basah dan jatuh ke dalam air.
Air harus selalu bersih dan segar dan lakukan test secara teratur trehadap kandungan zat kimia dan komposisi bakteriologis. Untuk menjaga air dalam kondisi normal, gunakan 3-5 ppm chlorine yang dapat mengurangi permasalahan E coli. 

1. Ketinggian tempat air minum untuk broiler
Tempat air minum harus selalu di cek ketinggianya setiap hari dan disesuaikan agar tepi tempat air minum sejajar dengan punggung ayam sejak hari ke-18 dan seterusnya. Ketinggian nipple disesuaikan secara sentral menggunakan kerekan sehingga ayam dapat minum dengan mendongakkan kepalanya 45⁰ terhadap nipple.

2. Level air minum
Ketinggian air minum sebaiknya 0,6 cm di bawah tutup tempat minum sampai dengan 7-10 hari dan harus ada air di dasar tempat minum dengan ketinggian 0,6 cm sejak hari ke-10 dan selanjutnya. Pengeluaran air dari nipple minimal 80 ml per menit dengan tekanan 30-40 cm water column.

3. Kualitas air minum
Kualitas air sangat penting karena ayam minum dua kali jumlah pakan yang dikonsumsinya. Laksanakan analisa air minum dua kali setahun untuk memastikan bahwa air minum tersebut mengandung mineral atau bahan organik dalam jumlah yang dapat diterima. 


KONSUMSI AIR MINUM

Pada temperatur normal , konsumsi air minum ayam adalah 1,6-1,8 kali dari konsumsi pakan. Faktor ini sebaiknya digunakan sebaggai pedoman sehingga [penyimpangan konsumsi aiar yang berkaitan dengan kualitas pakan, temperature atau kesehatan ayam dapat segera diketahui dan diperbaiki.
KONSUMSI AIR/1000 EKOR/HARI (pada suhu 21⁰ c)

UMUR(HARI) LITER
7 58-65
14 102-115
21 149-167
28 192-216
35 232-261
42 274-308
49 309-347
56 342-385

Di atas suhu 21⁰ c, kebutuhab air minum menungkat rata-rata 6,5% setiap kenaikan satu derajat Celcius.

KUALITAS AIR MINUM
LEVEL MAKSIMUM MINERAL DAN BAKTERI PADA AIR MINUM YANG DAPAT DITOLELIR

Total bahan padat terlarut 300-500 ppm
Khlorida 200mg/L
PH 6-8
Nitrat 45 ppm
Sulfat 200 ppm
Besi 1 mg/ L
Kalsium 75 mg/L
Tembaga 0,05 mg/ L
Magnesium 30 mg/ L
Mangan 0,05 mg/L
Seng 5 mg/l
Fluorida 0,06 mg/l
Merkuri 0,002 mg/l
Timah 0,05 mg/l
Faecal Coliform 0

Oleh:
TRI SUJIONO
MAHASISWA POLTEK BANDAR LAMPUNG.

Label:



Gen penyeleksi Ayam Kampung




Gen sifat mengeram pada ayam kampung dapat digunakan untuk melihat hasil seleksi konvensional kemampuan bertelurnya. 

Ini didasari oleh penemuan gen untuk sifat mengeram yaitu promotor prolaktin – yang merupakan bagian penting berfungsinya neuroendoktrin untuk memicu kejadian mengeram. Gen promotor prolaktin tersebut berfungsi mengaktifkan awal transkripsi dari ekspresi gen yang merupakan sinyal bekerjanya hormon prolaktin. 

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Tike Sartika, dari Balai Penelitian Ternak Bogor, D. Duryadi dan A. Saefudin, dari Fakultas MIPA IPB, serta S.S. Mansjoer dari Fakultas Peternakan IPB, terhadap seleksi konvensional 3 generasi ayam kampung (G0-G3) berdasarkan sifat mengeram rendah (0-10 hari) dan sifat mengeram tinggi (21-100 hari). Didapatkan fakta bahwa pada G0 jumlah pola pita promotor prolaktin tipe W menunjukkan jumlah yang sangat tinggi baik pada lama mengeram rendah maupun tinggi, yaitu sebesar 75% dan 87,5%. Sementara pita promotor prolaktin tipe L menunjukkan jumlah yang masih rendah, yaitu hanya sebesar 25% dan 12,5%, masing-masing untuk lama mengeram rendah dan tinggi. 

Setelah dilakukan seleksi selama 3 generasi, terlihat adanya peningkatan pola pita promotor prolaktin tipe L pada generasi G3 sebesar 50 dan 12,5% untuk ayam dengan sifat mengeram rendah dan tinggi, yang bersamaan dengan penurunan tipe W sebesar 50 dan 12,5%. Hal tersebut seiring dengan peningkatan produksi telur pada generasi G3 dari yang semula sebesar 54,32 butir/6 bulan menjadi 89,10 butir/ 6 bulan. Secara umum para peneliti menyebutkan bahwa kemajuan seleksi ini dapat ditunjukkan dari peningkatan promotor prolaktin tipe L sebesar 31,25%.

Label:



Arti Penting Sebuah Thermometer dalam Proses Penetasan Telur




Mungkin dalam benak para pembaca bertanya-tanya mengapa kami menulis artikel dengan tema ini? Sebenarnya seberapa penting peranan thermometer dalam membantukeberhasilan proses penetasan telur? Atau apa akibat pada proses penetasantelur jika thermometer yang digunakan ternyata tidak akurat dalam pengukurannya? Kami menilai itu semua sangat wajar apalagi bagi penetas telurpemula yang belum mempunyai satu pengalaman pun dalam menetaskan telur. Untukitu perlu kiranya kami sampaikan bahwa yang kami tulis ini adalah berdasarkanrealita bukan hal yang mengada-ada. Realita baik dari pengalaman pribadi langsung maupun dari sumber yang bisa dipertanggungjawabkan.
Sekedar berbagi pengalaman, pernah suatu kali kamimelakukan proses penetasan telur itik (kalau tidak salah), kami menggunakanthermometer yang sudah lama tidak terpakai. Kami beranggapan bahwa thermometertersebut masih akurat sehingga suhu dalam mesin tetas pun berpedoman pada thermometertersebut. Apa yang terjadi kemudian? Telur tersebut sampai pada hari ke 31belum ada yang menetas. Kami pun berusaha mencari tahu apa sebab yang membuattelur sampai tidak menetas. Usut punya usut kami menemukan penyebabnya bahwathermometer yang kami gunakan suhunya tidak tepat yaitu lebih dari 2 C di bawahsuhu normal. Ini kami buktikan ulang pada penetasan berikutnya di mana kamimemakai thermometer yang lain dan suhu kami naikkan dan Alhamdulillah ternyataberhasil.
Thermometer biasanya dibedakan menjadi dua macamberdasarkan cara kerjanya yaitu thermometer digital dan thermometer manual.Thermometer digital cara kerjanya menggunakan sensor untuk mendeteksi suhudisekitarnya sedangkan thermometer manual biasanya menggunakan cairan airraksa. Ada sebagian orang berpendapat bahwa thermometer air raksa lebih akuratdalam mengukur suhu jika dibandingkan dengan thermometer digital.  Alasanmengapa bahan air raksa lebih tinggi keakuratannya adalah sebagai berikut :
  1. Raksa dapat menyerap atau mengambil panas dari suhu sesuatu yang diukur
  2. Raksa memiliki sifat yang tidak membasahi medium kaca pada termometer
  3. Raksa dapat dilihat dengan mudah karena warnanya yang mengkilat
  4. Raksa memiliki sifat pemuaian atau memuai yang teratur dari temperatur ke temperatur
  5. Raksa memiliki titik beku dan titik didih yang rentangnya jauh, sehingga cocok untuk mengukur suhu tinggi
Mungkin anda bertanya, apa akibat dari pengukuran suhudengan thermometer yang kurang atau tidak akurat. Berikut kami sampaikanbeberapa akibat dari ketidakakuratan thermometer pada proses penetasan telur :
  1. Apabila suhu yang ditunjukkan oleh thermometer lebih rendah dari suhu yang sebenarnya. Hal ini akan berakibat pada telur-telur yang kita tetaskan akan lambat menetas dan ada sebagian embrio yang akan menjadi lemas. Temperatur yang sedikit lebih rendah untuk periode waktu yang tidak terlalu lama tidak terlalu mempengaruhi perkembangan embrio kecuali memperlambat perkembangannya untuk embrio muda. Hal yang sedikit berbeda jika hal tersebut terjadi pada embrio yang lebih tua karena pengaruhnya akan sedikit berkurang. Temperatur yang lebih rendah dari yang di syaratkan untuk jangka waktu yang agak lama akan mempengaruhi embrio dalam hal perkembangan organ-organnya yang berkembang tidak secara proporsional. Jika hal ini terus terjadi maka akan menyebabkan gangguan pada hati, peredaran darah, jantung atau perkembangan yang lambat kalaupun menetas nantinya.
  2. Apabila suhu yang ditunjukkan oleh thermometer lebih tinggi dari suhu yang sebenarnya akan menyebabkan dua kemungkinan yaitu embrio bisa mati dan ada sebagian telur yang akan mengalami dehidrasi sehingga DOC yang nantinya akan menetas akan lemah, lesu, dan kurang/tidak bergairah untuk makan. Akibatnya DOC akan mengalami kekerdilan dan tingkat mortalitas (angka kematian) yang tinggi. Embrio ayam yang masih muda sangat mudah terpengaruh oleh temperatur yang tinggi. Pengoperasian mesin tetas dengan temperatur tinggi 43oC selama  30 menit akan mempunyai efek yang mematikan pada embrio ayam. Bila embrio tidak mati maka suhu yang tinggi tersebut dapat menyebabkan masalah pada syaraf, hati, peredaran darah, ginjal, cacat pada kaki, kebutaan dan persoalan lainnya yang menjadikan anak ayam cacat, lemah dan kemudian mati.
Untuk menghindari hal tersebut di atas kami menyarankan:
  1. Thermometer yang sudah di beli perlu di kaliberasi atau distandarisasi dengan thermometer lain yang lebih akurat seperti thermometer badan yang biasanya selalu ada di setiap rumah (untuk mengukur anggota keluarga jika demam) baik yang digital maupun yang manual atau pada laboratorium terdekat
  2. Jangan membeli thermometer yang kurang terpercaya tempatnya seperti anda membeli thermometer di tempat mainan anak seharga Rp 5.000,-
  3. Selalu up date keakuratan thermometer anda dengan thermometer lain misalkan thermometer anda di bawa ke apotek untuk di kaliberasi atau kerabat yang mempunyai thermometer yang lebih baru dan akurat tentunya
  4. Apabila menggunakan thermometer air raksa maka periksalah air raksa tersebut, kalau ada celah (cairan air raksa tersebut putus) sebaiknya jangan digunakan.
Ada hal lain juga yang tidak kalah pentingnya yaitumasalah penempatan thermometer pada mesin tetas, penempatan thermometer dalammesin tetas tidak asal taruh begitu saja. Penempatan thermometer yang benaradalah penempatan ujung thermometer sejajar dengan puncak telur ketika telurtersebut diletakkan dalam posisi horizontal (tidur) atau kalau telur dalamposisi vertikal (berdiri) maka berjarak seperempat atau setengah inchi. Janganbiarkan ujung pengukur thermometer menyentuh telur karena hal tersebut akanmenimbulkan salah baca pada thermometer. Begitu juga kalau kita menggunakanthermometer digital maka jangan sampai sensor menyentuh langsung kulit telurkarena akan menimbulkan salah baca juga. Semoga bermanfaat*

Label: