Minggu, 26 Februari 2006

Anjing Trah - Siberian Husky



Siberian Husky sebenarnya adalah jenis anjing trah yang cukup tua dan merupakan trah murni yang dibiakkan di Siberia oleh suku Chukchi, sebuah suku asal Asia Tengah, selama kurun waktu ratusan tahun. Ketika terjadi demam emas di Alaska, anjing ini banyak dipakai untuk alat transportasi, yaitu untuk menarik kereta salju, yang merupakan alat transportasi satu-satunya di wilayah yang tertutup hamparan salju tersebut.
Selain itu, anjing ini juga dipakai untuk taruhan balap anjing. Oleh sebab itu, Siberian husky diciptakan dengan memiliki perpaduan seimbang antara kekuatan, kecepatan, dan stamina yang sangat prima, karena hal itu sangat dibutuhkan di daerah beriklim ekstrim sepeti Alaska.  Trah ini pertama kali dikenal luas pada tahun 1909, dimana saat itu pandangan dunia tertuju pada suatu turnamen khusus untuk anjing-anjing penarik kereta salju yang menempuh jarak 408 mil (657 km), dengan rute bolak-balik antara Nome dan Cadle di Alaska. Anjing ini berhasil meraih tempat bergengsi, yaitu juara pertama, kedua dan ke empat.
Sejak saat itu, Siberian husky menjadi anjing yang disegani di arena balap anjing. Popularitasnya juga terus menanjak dan menjadi trah legendaris. Juga selain itu pada waktu Perang Dunia II, anjing ini banyak berjasa sebagai unit SAR wilayah Artik Pasukan Amerika Serikat. Sejak saat itulah, Siberian Husky menjadi anjing trah yang populer, terutama sebagai anjing penarik kereta salju yang dapat diandalkan. 
Karakteristik
Siberian Husky dikenal sebagai anjing yang jinak secara alami dan merupakan jenis yang paling jinak dari keluarga anjing penarik kereta salju. Umumnya anjing ini bisa berhubungan cukup baik dengan anjing dari trah lain. Husky adalah anjing yang memiliki intelijensi tinggi dam mudah dilatih dengan kasih sayang dan pujian. Bila Husk dibutuhkan untuk anjing pekerja, maka kita harus melatihnya dengan tangan dingin, tetapi dia akan berubahmenjadi agresif jika merasa takut.
Anjing dari daerah dingin ini membutuhkan latihan yang cukup banyak, agar mereka tetap dalam kondisi top form, tetapi jangan sampai membiarkan mereka kepanasan. Untuk berkomunikasi dengan sesamanya di habita aslinya, mereka akan melonglong sepeti serigala. Meski Husky memiliki bulu yang tebal, mereka tidak membutuhkan perawatan yang extra. Yang perlu diperhatikan adalah pada saat rontok bulu.
Perawatan
Memelihara Siberian Husky di daerah beriklim tropis seperi di Indonesia ini, dibutuhkan proses adaptasi. Adaptasinya membutuhkan waktu selama 2-3 minggu. Husky jantan boleh dipacakkan setelah umur 2 tahum, dan selama masa perkawinan berikan makanan untuk anjing dewasa, seperti dog food, daging sapi, setengah matang, dan sedikit nasi. Pemberian nasi bertujuan untuk mengurangi panas dan kegemukan. Pemberian pakan sebaiknya diberikan dua kali sehari, pagi dan sore. Porsi makanan yang diberikan per ekor adalah sebanyak 2-3 ons sekali makan.
Pelatihan
  Pelatihan untuk Siberian Husky sebaiknya diberikan setiap hari. Pagi hari dilakukan latihan selama satu jam, dan jenis latihan yang diberikan tergantung tujuannya, apakah untuk pameran atau uji ketangkasan. Pelatihan dimulai dengan berjalan ringan, lari dan ketrampilan, seperti menggigit benda, melompat, bersalaman, penyerangan dan sebagainya. Kegunaan dari latihan ketrampilan ini adalah untuk mengasah kecerdasan dan untuk menjaga kondisi kesehatan anjing agar tetap prima.
Standarisasi
Siberian Husky adalah anjing trah Spitz atau anjing-anjing utara, tubuhnya berukuran medium, dengan langkah kaki yang ringan dan gaya berjalan yang anggun, bertenaga dan bebas. Tubuhnya berbentuk kompak, bulu mengkilap dan bertelinga tegak. Sekilas anjing yang bernama asli sibirskiy haski ini memiliki banyak kesamaan dengan Alaskan Malamute, dan juga dengan beberapa kerabat dekatnya di keluarga Spitz seperti Samoyed, yang memang memiliki sejarah yang sama dengan Husky. Siberian usky memiliki tengkorak berukuran medium dan sesuai proporsi tubuh, sedikit bulat pada bagian atas kepala dan kemudian meruncing ke dalam di bagian mata.
Moncong berukuran medium; jarak antara ujung hidung ke stop sama dengan jarak dari stop ke occiput. Hidung berwarna hitam untuk Husky berbulu hitam, coklat kemerahan atau abu-abu. Hidung berwarna liver untuk anjing berbulu copper, dan hidung berwarna daging segar untuk anjing berbulu putih. Gigi harus mengatup rapat dan gigitan scissor bite. Mata berbentuk almond, sedikit lebar, dengan warna mata coklat atau biru. Telinga Siberian Husky berbentuk segitiga tegak dan terketak agak ke belakang;berukuran medium; terletak di atas kepala; daun telinga tebal, berbulu halus.
Panjang leher medium dan terangkat tegak pada saat berjalan. Ketika berlari, kepala sedikit ke depan. Dada harus bidang dan kuat, tetapi tidak terlalu lebar. Tulang rusuk berbentuk bagus dari tulang punggung dan mendatar untuk keleluasaan bergerak, pararel dan lurus, dengan siku dekat dengan tubuh. Ketika dilihat dari samping, pastern sedikit miring dengan tulang sendi pastern kuat dan fleksibel. Panjang kaki depan jika diukur dari siku sampai tanah sedikit lebih panjang dari jarak dari siku ke puncak withers. Telapak kaki berbentuk oval dan tidak panjang, kaki berukuran medium dan kompak. Di antara jari dan telapak kaki di tumbuhi bulu, telapak kaki keras dan padat. Kaki tidak bengkok ke dalam atay keluar saat sedang bediri. Jika di lihat dari belakang saat berdiri, jarak antara kaki belakang sedikit berjarak dan pararel, paha atas berotot bagus dan kuat, stifle melipat; tulang sendi tegas dan terletak rendah di atas tanah. Bentuk ekor seperti ekor Rubah, terletak di bawah level topline; ekor biasanya akan terangkat ke atas ketika anjing sedang memperhatikan sesuatu, dan ketika ekor terangkat tidak melengkung ke salah satu sisi. Bulu ekor memiliki panjang medium dan bagus.
Seperti halnya anjing-anjing utara, Husky juga memiliki dua lapisan bulu. Bulu bagian luar memiliki panjang medium, dengan bulu bagian bawah halus dan tebal, serta memiliki panjang cukup untukmendukung bulu bagia luar. Warna bulu yang di izinkan adalah segala macam warna, mulai dari hitam sampai putih, semuannya dengan bulu putih, atau tanpa bulu putih. Tinggi ideal Siberian Husky jantan adalah 52,5-58,75 cm, betina 50-55 cm. anjing jantan memiliki berat badan sekitar 27 kg, betina sekitar 22,5 kg.

Label:



Mengenal Intelegensia Anjing



Pada umumnya orang menganggap bahwa anjing mirip dengan manusia dalam hal berpikir, dan bertindak langkah demi langkah dalam menyesuaikan pekerjaannya, seperti yang terlihat pada saat ekor anjing pemburu yang membawa hasil buruan dan berusaha mencari jalan keluar dan setelah ditemukannya sebuah lubang pada pagar kawat, maka mula-mula dia melepas hasil buruannya kemudian melewati sisi lubang yang lain.
Tetapi para psycholog hewan berpandangan bahwa tidak ada anjing yang meloncat dari posisi yang meragukannya, karena itu berlawanan dengan nalurinya. Morgan berpendapat tentang perilaku hewan tidak boleh diterangkan dengan suatu proses psychis yang tinggi bila proses yang lebih rendah dalam seluk beluk psychologi masih dapat menerangkannya. Jadi menurut Morgan kita tidak boleh menerangkan perilaku hewan dari segi intelegentia, bila hal itu dapat diungkapkan sebagai suatu sikap terarah dari suatu naluri. Ini tidak berarti bahwa anjing tidak memiliki suatu intelegensi namun definisi intelegensinya berbeda dengan manusia.
Pada manusia arti intelegensi ialah suatu komplek dari tanda-tanda psychis, yang sebagian berhubungan satu dengan yang lain, sebagian berbeda dengan satu dengan yang lain, dan sebagian yang satu bergabung dengan yang lain, seperti daya pikir, daya ingat, perhatian, pandangan, pengertian dan lain-lain.
Sedangkan intelegensi pada hewan kurang kompleks dari pada manusia, karena naluri lebih dominan, dengan tidak adanya pengertian dan daya pikir. Orang-orang yang biasa bekerja dengan anjing menganggap intelegensi anjing itu identik dengan kesanggupannya untuk menjalankan perintah.
Definisi umum tentang intelegensi hewan masih belum ada, karena tergantung pada pandangan-pandangan subyektif para psycholog hewan. Bierens de Haan mengatakan bahwa pada umumnya para psycholog hewan mengartikan intelegensi hewan sebagai daya merubah perilaku yang di dapat sejak lahir atau mempengaruhi dengan pengalaman-pengalaman semasa hidup.
Menurut Fischel intelegensi adalah tercapainya tujuan pada derajat prestasi yang terarah dari seluruh pembawaan ( ciri ) phisik yang bersandar pada pengalaman. Anjing tidak saja belajar dari pengalaman-pengalaman yang tidak menyenangkan, tapi juga dari pengalaman-pengalaman yang menyenangkan.
Hukuman-hukuman yang di dapat menimbulkan perasaan tidak enak sehingga membuatnya meninggalkan perbuatan-perbuatan tertentu, sebaliknya perasaan-perasaan menyenangkan akan timbul karena kata-kata yang ramah dan memuji, kasih sayang, hadiah maupun pujian yang menyebabkan anjing melakukan perbuatan-perbuatan tertentu meskipun menimbulkan kepayahan atau kejenuhan.
Anjing yang satu lebih cepat menerima pelajaran dan lebih cepat mematuhi suatu larangan dari pada anjing yang lain. Hal ini tidak boleh di anggap berbanding lurus atau sama dengan intelegensinya, karena anjing yang satu atau ras yang satu secara alami lebih keras, lebih kepala batu dan lebih meneruskan keinginannya meskipun dilarang. Meskipun anjing dapat menangkap pelajaran dengan cepat, namun anjing tidak mempunyai pengertian baik pada yang abstrak ( patuh, waktu, baik, jahat ) maupun yang konkrit ( anjing, kucing, orang ).
Berdasarkan pengalamannya, anjing membedakan tindakan-tindakan karena mendapat hadiah atau hukuman ( tindakan-tindakan yang menghasilkan perasaan senang atau tidak senang ), manusia dan hewan yang disenangi atau di musuhi, yang dapat dimakan dan sebagainya. Setiap macam anjing mempunyai intelegensi yang berbeda-beda.
Anjing merasakan setiap rangsangan yang di terima dari indera ; setelah rangsangan berhenti masih dirasakan dalam bentuk suatu dengung suara, bekas rasa pada mulut atau bayang-bayang penglihatan. Terlepas dari bagaimana rumitnya meneliti intelegensi pada anjing, definisi anjing yang pandai ialah anjing yang dapat berkomunikasi dengan baik dengan pawangnya, yang berarti anjing dapat mengerti setiap perintah yang diberikan pawang dan melaksanakannya. Jadi di sini di butuhkan adanya saling pengertian tentang keinginan, kebiasaan, dan kemampuan masing-masing pihak baik anjing maupun pawangnya.

Label:



Anjing trah: American Cocker Spaniel



American Cocker Spaniel adalah salah satu dari sekian banyak anjing trah pemburu yang berasal dari daratan Inggris. Anjing ini dibawa keluar dari Inggris untuk pertama kalinya ke Kanada, kemudian ke Spanyol dan Amerika Serikat di akhir tahyn 1800-an. Di awal tahun 1900-an, American Cocker Spaniel sudah memiliki buku standard pembiakan dari American Kennel Club ( AKC ). Kita mengenal dua jenis trah Cocker Spaniel, yaitu English Cocker Spaniel dan American Cocker Spaniel.
Di tahun 1946, English Cocker Spaniel memiliki perbedaan yang cukup mencolok dengan varietas Amerika-nya, oleh sebab itu AKC menetapkannyasebagai trah anjing yang terpisah dari English Cocker Spaniel. Perbedaan tersebut di antaranya English Cocker Spaniel memiliki perawakan yang lebih tinggi dan besar, sedangkan American Cocker Spaniel merupakan jenis anjing terkecil di sporting group.
American Coker Spanile dipakai untuk menghalau burung-burung untuk keluar dari semak-semak, sehingga tuannya bisa menembak buruannya. American Cocker juga adalah anjing pemburu yang handal di berbagai macam lapangan perburuan, mereka akan duduk dengan tenang ditengah suara senapan, dan menunggu perintah mengambil hewan buruannya.
Ciri khas American Cocker Spaniel adalah matanya yang berwarna gelap dan ekspresif, yang menunjukkan kegembiraan, kasih sayang dan nalurinya yang aktif. Anjing Cocker adalah anjing trah yang memiliki jenis telinga tergantung. Seekor Cocker dewasa ditandai dengan bulunya yang mengembang dan lembut.
Cocker Spaniel berasal dari kegunaannya sebagai anjing untuk beburu woodcock, sejenis burung liar yang biasa diburu di inggris. Sekarang, anjing ini dipakai untuk berburu berbagai jenis burung dan unggas air. Di Amerika, anjing ini oleh AKC hanya disebut Cocker Spaniel. Di luar AS, biasa disebut American Cocker Spaniel. Sebenarnya hanya ada satu jenis anjing Cocker Spaniel yang berasal dari daratan Ingris, tetapi pada tahun 1930-an dibuat anjing trah baru yang disebut English Cocker Spaniel, yang dengan begitu memicu pemisahan anjing trah ini.
Pada tanggal 20 Juni 1936, sekelompok hobiis anjing trah English Cocker berkumpul di rumah E.Shippen, yang terletak di dekat Bryn Mawr, Pennsylvania. Di sana mereka membentuk klub tersendiri untuk penggemar English Cocker Spaniel, yaiutu English Cocker Spaniel Club of America. Setelah pertemuan tersebut, AKC mengakui varietas “English”, dan hobiis Amerika lebih sering mendatangkan anjing Cocker yang dibiakkan di Inggris ke AS. Di sekitar tahun 1938, 24 anjing Cocker sudah menyelesaikan gelar kejuaraan mereka dari kategori “English”, tetapi 6 di antara mereka adalah anjing Cocker yang dibiakkan di Amerika dan hanya seekor yang dianggap anjing import dari Inggris. Pada tahun 1947, American Cocker Spaniel dinyatakan sebagai anjing trah tersendiri, terpisah dari Cocker Spaniel.
Sejarah menyebutkan anjing Cocker Spaniel sudah ada sejak abad ke-14. anjing ini pertama kali dibawa ke Amerika bersama kapal Mayflower yang mengangkut kaum imigran dari Inggris di tahun 1620-an. Meski memiliki tubuh yang kecil, anjing ini memiliki energi yang besar dan memiliki banyak kegunaan, diantaranya sebagai anjing peliharaan, anjing show, teman berburu ang handal, berkompetisi dalam perburuan, atau sebagai anjing terapi yang lembut. Ch.My Own Brucie, adalah seekor American Cocker Spaniel yang memenangkan dua kali Best In Show di pameran Westminster Kennel Club pada tahun 1940-1941. Domino Harvey, anjing pemburu kelas dunia, yang memenangkan berbagai even kejuaraan, di antaranya 15 kejuaraan nasional Amerika, 5 kali penghargaan Cocker Spaniel of the Year, dan penghargaan sebagai anjing paling atraktif di tahun 2008.
American Cocker Spaniel
Group 8 ( Sporting )
FCI trah No : 167-Negara Asal : Amerika Serikat
Umur : 12 – 14 tahun, Warna Bulu : Warna bulu Cocker Spaniel biasanya satu warna solid, atau particolor (dua warna atau lebih). Warna solid biasanya hitam atau warna solid lainnya, mulai dari warna krem muda dampai merah gelap, termasuk coklat. Untuk bulu particolor salah satunya biasanya putih. Baik warna solid maupun particolor biasanya memiliki marking berwarna tan. Warna putih tidak diperbolehkan pada warna solid, kecuali dibagian dada. Bulu : lembut, bisa kurus atau sedikit bergelombang. Bulu pendek dan baik dibagian kepala; bulu dengan panjang medium di bagian tubuh; panjang dan mengembang di daun telinga, dada, perut, dan kaki. Grooming : Menyikat bulu tiap 2-3 hari sekali; mandi, membersihkan telinga dan memotong kuku tiap minggu sekali. Tiap 6-8 minggu kita melakukan grooming menyeluruh. Tinggi/Berat : Tinggi ±36,25 – 38 cm (jantan), 33,75 – 36,8 cm (betina); berat ± 7 – 14 kg. Bagian Kepala : Moncong berbentuk segiempat, dengan stop yang jelas di antara ujung hidung dan occiput. Tulang pipitidak terlalu jelas. Hidung cukup lebar yang menunjukkan kekuatan penciuman. Mata : Bulat, berwarna coklat gelap atau coklat, tidak pernah berwarna terang, tetapi untuk bulu berwarna liver, liver roan, atau liver dan putih, mata berwarna hazel gelap cukup harmonis dengan warna bulu. Mata mengekspresikan kecerdikan dan kebaikan. Telinga : terletak rendah sejajar dengan mata. Daun telinga tertutup bulu panjang yang lembut. Mulut : Rahang kuat dengan gigi yang scissor bite. Leher : Panjang medium, berotot. Bagian Tubuh : Kuat dan kompak. Dada bidang dan berotot, tidak terlalu lebar atau terlalu sempit dilihat dari depan. Tulang iga baik.Tubuh Bagian Depan : Bahu baik; kaki bertulang bagus, lurus dan cukup pendek untuk mengkonsentrasikan kekuatan, tetapi tidak terlalu pendek agar tidak mengganggu fungsinya sebagain sporting dog. Tubuh Bagian Belakang : Lebar, membulat, berotot. Kaki : telapak kaki tebal seperti kucing, kuat. Ekor : Terletak sedikit lebih rendah dari garis punggung. Tidak miring atau melengkung.Pergerakan : Bebas, bertenaga dan tangkas. Diskualifikasi : Segala sesuatu yang menyimpang dari standarisasi yang ditetapkan di atas. Catatan : Untuk anjing jantan harus memiliki 2 buah zakar lengkap dan normal yang berada dalam kantung buah zakar (scrotum). Tingkat Pelatihan : Tinggi. Tingkat Aktifitas : Cukup. Masalah Kesehatan ; Infeksi kulit dan telinga, penyakit kelenjar, katarak dan hip dysplasia. Tempat Pemeliharaan : Di dalam rumah bersama keluarga dengan banyak perhatian.Hubungan dengan anak kecil : Baik. Hubungan dengan hewan lain : Baik, jika dibesarkan bersama-sama. Pembawaan : Riang gembira. Sifat : Lemah lembut dan memiliki rasa ingin tahu yang besar. 

Label:



Potensi Zero Sebagai Anjing Pelacak



Kecintaannya terhadap anjing sudah dimiliki sejak masih kecil, saat itu pernah pelihara dan hanya sebentar, karena orang tuanya tidak menyetujui kalua anaknya pelihara anjing. Akhirnya anjing yang dipelihara diberikan kepada tetangganya. Awal tahun 2009, Dimas dan istrinya Kikin sepakat untuk memelihara anjing lagi, saat itu pilihannya  kalau ga Siberian  ya Golden retriever.
Trah Golden Retriever akhirnya menjadi pilihan untuk dipelihara, anjing yang dipelihara saat itu Zero dan Vivi. 2 ekor golden ini dibeli dari merapi kennel, yang saat itu masih berusia 2,5 bulan. Usia Zero maret nanti 2 tahun dan rencananya akan saya kawinkan, sekarang lagi cari betinanya dulu. Untuk Vivi usianya 1 tahun lebih, masih kurang 8 bualn lagi untuk saya kawinkan,”jelas Dimas”.
Untuk aktifitas sehari-hari memang kedua ekor anjingnya tidak tinggal didalam rumah, sehingga setiap pagi pasti kami keluarkan dari kandang yang terletak dibelakang rumah. Mereka akan bermain dan berlarian saat dikeluarkan dari kandang, unrtuk hari sabtu dan minggu biasanya diajak jalan baik itu diseputaran komplek rumah atau juga ikutan kegiatan Dog Community.
Untuk makan pagi sampai siang hari Zero dan Vivi ada di halaman belakang, saat sore harinya mereka masuk kandang. Seperti itulah kegiatan sehari-hari di rumah kami. Mengenai perawatannya sendiri, ya kalau kotor sedikit bulunya dibersihkan dengan kanebo terus biasanya setiap sabtu pagi dimandikan, dan yang paling penting pastinya jadwal imunisasi dan minum obat cacing tidak boleh telat.
Zero sendiri memang dilatih untuk karya guna, tetapi untuk saat ini distop dulu karena saya dapat Sk tugas kerja di Samarinda selama 6 Bulan. kalau untuk standar Ujian BH, Zero pasti sudah menguasai, tapi sayangnya Zero bukan tipe Fetch, dia lebih suka penciuman. Pelatihnya dulu pernah kasih tahu, kalau Zero punya potensi jadi anjing pelacak,”kata Dimas yang bekerja di salah satu bank swasta nasional”.
Setelah zero dan vivi di kawinkan, tentunya Dimas dan Kikin akan mencari keturunan yang garis darahnya bagus untuk dipelihara. Sedangkan yang lain rencananya akan dijual ke teman-teman sesama penghobi Golden Retriever. Samapai saat ini, saya masih belum menemukan pejantan yang cocok untuk dikawinkan dengan vivi, begitupun sebaliknya untuk zero belum ada yang mengenai betinanya. Ya semoga secepatnya akan mendapatkan,”harap Dimas”.
Sebagai jiwa muda, Dimas masih memiliki hobi lain diluar hobi pelihara anjing, salah satunya touring dengan komunitas Yamaha ‘vixion’, yang sebagaian waktunya dihabiskan ke luar kota atau ke daerah-daerah pegunungan.Untuk menambah keasyikkan saat di perjalanan, Dimas juga suka sekali motret dengan kamera digital. Sehingga momen-momen yang indah dan bagus akan selalu didokumentasikan di kameranya.
Kembali lagi dunia peranjingan, kususnya trah Golden Retriever. Sekedar informasi saya saat ini menjadi anggota Paguyuban Golden Retriever Jogja. Tujuan saya ikut komunitas ini adalah agar Golden retiever di Jogakarta tetap pada garis darah ( Stambum) yang benar, juga semoga Golden bisa lebih memberi kontribusi positif bukan hanya sebagai peliharaan di rumah, melainkan bisa juga untuk di karya gunakan.

Label:



Mengenal Indera Penglihatan Anjing



Dalam hal indera penglihatan ini nampaknya anjing tidak setajam manusia terhadap gambar dua dimensi, anjing tampak kurang sekali bereaksi, namun ketajaman penglihatan anjing justru dalam hal mendeteksi gerak. Objek yang bergerak dengan cepat dan tepat dapat ditangkap oleh mata anjing.
Banyak ahli yang melakukan percobaan mengenai indera ini diantaranya yang terkenal adalah F.J.J.Buytendÿk dan Bastian Schmid. Buytendÿk menemukan bahwa anjing-anjing tidak banyak bereaksi dan tidak membedakan segitiga, segiempat ataupun lingkaran dalam keadaan diam. Bentuk-bentuk ini dapat di bedakan oleh anjing kalau dalam keadaan bergerak di layar.
Bastian Schmid melakukan pengetesan untuk mengetahui jarak terjauh yang dapat dilihat oleh anjing. Disini dibedakan antara melihat dalam arti mengenali. Dalam percobaannya ia menggunakan 5 orang yang berpakaina sama dengan jarak antara masing-masing 3 sampai 5 meter. Satu demi satu orang-orang tersebut muncul dan diperhatikan reaksi amjing apakah dapat anjinf dapat mengenali pawangnya. Setiap kali pemunculan pawang anjing ikut, hanya tempatnya berpindah-pindah.
Ternyata anjing-anjing dapat mengenali pawang dari jarak terjauh yaitu 115 meter, sedangkan jarak terdekat adalah 5 – 10 meter. Namun bila orang dalam percobaan itu bergerak maka dari gerakannya anjing dapat mengenali kembali pawangnya dari jarak 130 – 150 meter.
Tentang apakah anjing dapt mengenali warna, masih banyak perbedaaan pendapat tentang materi ni. Dalam The British Journal of Psychology terbitan tahun 1912 dimuat hasil penelitian Smith seorang Inggris yang mengadakan percobaaan untuk meneliti apakah anjing buta warna atau tidak. Hasil percobaannya menunjukkan untuk warna kelabu tertentu anjing mengalami kesulitan untuk membedakannya. Hail ini mungkin karena di dalam kehidupan alamiahnya warna tidak memegang peranan penting bagi anjing.
Pendpat Smith ini ditentang oleh 3 penyelidik dari Rusia, sehingga hasil tersebut belum dapat dipakai sebagai patokan. Seperti telah dibahas diatas, bahwa anjing dapat mengenali gambar bergerak dilayar maka, setelah dilakukan percobaan didapat anjing dapat melihat bayangan dilayar dengan kecepatan yang sama seperti mata manusia yaitu kira-kira 18 gambar perdetik. Bahkan dari hasil penelitian didapatkan bahwa anjing dapat melihat dan mengenal kembali barang yang bergerak dilayar seperti benda sebenarnya, sehingga saat ini di Amerika ada TV untuk anjing dan kucing.

Label:



Anjing Trah : Shar-Pei



Anjing trah yang berasal dari daratan Cina ini memiliki sejarah yang sangat panjang. Baik Chow-Chow maupun Shar Pei, sama-sama memiliki lidah berwarna hitam, yang tidak di miliki oleh anjing trah lainya, dan kemungkinan berasal dari moyang yang sama.
Keberadaan Shar Pei diketahui di Cina Selatan, tepatnya di kota Dialak, propinsi Guandong, sejak zaman Dinasti Han (200 SM), dan menurut para ahli, kemungkinan anjing ini dipakai sebagai anjing petarung. Sedangkan untuk penampilannya yang unik dan sekilas mirip dengan kuda nil ini, beberapa ahli lain berpendapat bahwa karena pada mulanya anjing ini digunakan sebagai anjing petarung dan mungkin karena pengaruh obat-obatan yang diberikan untuk menambah stamina anjing, membuat kulitnya menjadi berkerut-kerut.
Situasi politik yang memanas saat Revolusi komunis, membuat keberadaan anjing ini hamper punah. Untung saja, para pembiak yang ada di Hong Kong dan Taiwan berhasil mempertahankan eksistensi anjing ini, sehingga tetap ada hingga saat ini. Penampilannya yang menarik hati, wajahnya yang berkerut-kerut dan temperamen yang penuh kasih sayang, membuat Shar Pei cocok sebagai anjing peliharaan di rumah.
Fungsi : Sebagai anjing pemburu dan penjaga
Penampilan Umum : Aktif, padat, pendek, tubuh berukuran medium dan berbentuk segiempat. Kerut di seluruh kepala dan kaki, bertelinga kecil dan bermoncong seperti kuda nil, membuat Shar Pei terlihat unik. Pejantan lebih besar dan lebih kuat dari betina.
Tinggi Shar Pei jika diukur dari kaki ke tanah kira-kira sama dengan panjang badan. Panjang dari hidung ke stop kira-kira sama dengan panjang stop sampai ke occiput.
Sifat : Tenang, bebas, setia dan penuh kasih sayang.
Bagian Kepala : Lebih besar jika dibandingkan dengan proporsi tubuhnya. Keriput pada dahi dan pipi. Tulang tengkorak datar dan besar. Stop sedang.
Hidung : Besar dan lebar, kebanyakan berwarna hitam, tetapi warna apa pin yang sesuai dengan warna bulu di izinkan, lubang hidung lebar.
Moncong : Merupakan ciri khusus dari anjing trah ini. Lebar dari pangkal moncong hingga ujung hidung tidak meruncing. Bibi dan ujung moncong terisi dengan baik. Tonjolan pada pangkal hidung di izinkan.
Mulut : Lidah, langit-langit mulut dan gusi pada umumnya berwarna hitam kebiru-biruan. Lidah berbintik merah muda di izinkan. Lidah berwarna merah muda solid sangat tidak di inginkan. Pada anjing yang berwarna terang lidahnya berwarna lavender.
Rahang/ Gigi : Rahang kuat dengan gigitan scissor bite yang sempurna, pada saat mengatup, gigi atas saling melengkapi dengan gigi bawah dan membentuk segiempat pada rahang. Bibir bawah harus tidak terlalu tebal karena akan mengganggu gigitan.
Mata : Gelap, berbentuk almond dengan ekspresi marah. Warna yang lebih terang di izinkan untuk anjing yang berwarna terang. Fungsi bola mata dan kelopak tidak terganggu oleh kulit, lipatan kulit, atau bulu. Tanda-tanda dari iritasi mata atau masalah pada kelopak mata sangat tidak di inginkan. Bebas dari entropion.
Telinga : Sangat kecil, tebal, berbentuk segitiga sama sisi, agak membulat pada ujung, terletak tinggi pada batok kepala dengan ujung telinga mengarah pada mata ; terletak maju di atas mata, lebar dan dekat dengan batok kepala. Telinga yang ujungnya meruncing sangat tidak di inginkan
Leher : Panjang medium, berotot, kuat. Lipatan kulit di bawah leher tidak boleh berlebihan.
Bagian Tubuh : Lipatan kulit di tubuh anjing dewasa sangat tidak diminginkan kecuali di kaki dan pangkal ujung ekor, yang menunjukan kerutan sedang. Punggung : Pendek, kuat. Pinggang : Pendek, lebar, agak melengkung. Pantat : Agak datar. Dada : Lebar dan dalam, brisket menyentuh sikut. Underline : Agak naik di bawah pinggang.
Ekor : Tebal dan membulat pada pangkal ekor, ujung meruncing. Ekor terletak sangat tinggi, yang merupakan karakteristik khusus dari anjing trah ini. Mungkin juga diangkat tinggi dan melengkung, diangkat dengan melingkar atau melengkung ke atas atau ke salah satu sisi punggung. Ekor yang pendek atau tidak lengkap tidak disukai.
Kaki Depan : Lurus , panjang seang, bertulang bagus. Kulit kaki depan tidak berkerut. Bahu : berotot dan melandai. Pastern : Agak landai, kuat dan fleksibel.
Kaki Belakang : Berotot, kuat, agak melengkung, tegak lurus dangan tanah dan paralel satu sama lain ketika di lihat dari belakang. Kerutan pada paha atas, paha bawah, pastern belakang dan kulit pada siku kaki belakang tidak di sukai. Siku kaki belakang (Hocks) : Melandai. Kaki : berukuran sedang, padat, tidak miring. Jari berbuku. Kaki belakang tidak memiliki dew claw.
Gaya Berjalan / Pergerakan : Gaya berjalan yang disukai adalah melangkah dengan mantab. Gaya berjalannya bebas, seimbang, aktif, dengan langkah kaki depan yang bagus dan dorongan yang kuat dari kaki belakang. Kaki cenderung untuk bertemu di garis tengah ketika kecepatan meningkat. Gaya berjalan yang kaku tidak disukai.
Bulu : Keistimewaan khusus dari anjing trah ini ; pendek, kasar, dan tegak. Tidak memiliki undercoat. Panjangnya bisa bervariasi abtara 1-2,5 cm. tidak boleh di potong.
Warna Bulu : Semua warna solid di terima kecuali putih. bagian ekor dan pantat biasanya biasanya berwarna lebih terang. Nuansa lebih gelap di punggung dan pada telinga di izinkan.
Tinggi / Berat : Tinggi ± 44 – 51 cm.
Kesalahan : Segala sesuatu yang menyimpangdari standarisasi yang di tetapkan di atas.
Kesalahan Serius : Tidak scissor bite, Moncong meruncing, Lidah berbintik (kecuali lidah berbintik merah muda), Telinga besar, Ekor yang letaknya melandai, Panjang bulu,lebih dari 2,5 cm.
Diskualifikasi : Wajah bagian depan datar dengan gigitan yang buruk, Lidah berwarna merah muda solid, Bibir bawah masuk ke dalam, mengganggu gigitan. Mata bulat, bengkak. Terserang entropion, ectropion. Lipatan kulit atau bulu mengganggu fungsi mata. Telinga runcing. Ekor bunting atau di potong. Lipatan besar dari kulit di tubuh (kecuali pada kaki dan pangkal ekor) dan tungkai. Bukan warna solid (albino, Brindle, belang, berbintik, hitam dan cokelat, pola saddled).
Catatan : Hewan jantan harus mempunyai buah zakar lengkap. Perubahan buatan apapun pada Shar Pei (khususnya pada bibir dan kelopak mata) akan menyingkirkan sang anjing dari kompetisi.

Label:



Mengenal Indera Tempat Pada Anjing



Ada banyak cerita tentang seekor anjing yang sudah cukup umur atau dewasa kemudian berpindah tangan ke orang lain dan setelah waktu yang singkat ataupun panjang muncul kembali di depan pintu rumah majikannya yang lama. Hal ini mungkin tidak mengherankan kalau anjing tersebut hanya pindah kedesa yang bersebelahan atau masih dalam lingkup satu kota, terlebih kalau anjing sering diajak keluar rumah.
Tentang hal ini banyak cerita yang fantastis bagaimana anjing ternyata dapat kembali menemukan rumah majikannya setelah anjing dikirim ke kota lain yang bermil-mil jauhnya dari rumah majikannya dengan mobil dan dalam pengiriman tersebut anjing masih dimasukkan ke dalam kandang pengangkut. Hal ini dimungkinkan karena dalam keadaan tersebut ternyata anjing masih dapat mengorientasi dengan menggunakan semua indera yang dimiliki  dan mengenali tanda-tanda khusus diantaranya ; hal-hal yang menyolok di sekitarnya, misalnya bukit-bukit, menara, bunyi-bunyian (lonceng menara), bau-bauan (permukaan air, pabrik-pabrik).
Bastian Schmid pada tahun 1932 melakukan percobaan tentang hal ini. Dua ekor anjing yang tidak pernah di ajak keluar sehingga hanya mengenal lingkungan sekitar rumahnya saja, dimasukkan ke dalam peti yang tertutup dan dibawa dengan kendaraan berkeliling. Kedua anjing itu kemudian dilepas di tempat yang asing bagi mereka. Bastian Schmid juga melakukan percobaan yang sama di dalam kota München.
Dalam usaha anjing-anjing itu untuk pulang mereka diikuti oleh orang bersepeda pada jarak tertentu. Meskipun semula Schmid sudah berusaha untuk tidak melewati tempat-tempat yang dapat dipergunakan sebagai tanda-tanda khusus bagi anjing, ternyata +ketiga anjing tersebut dapat menemukan rumah mereka.
Daya pengenalan tempat ini yang disebut indera tempat ( Paatszin ), pada manusia modern daya ini sebagian besar atau seluruhnya sudah lenyap. Tapi yang paling tajam dalam hal ini dan melebihi kemampuan anjing adalah indera tempat yang dimiliki oleh burung merpati pos.

Label:



Anjing Trah - Akita



Selama berabad-abad, Akita dipakai sebagai anjing pemburu dan penjaga di Jepang. Nama Akita sendiri diambil dari nama wilayah anjing ini berasal, yaitu di Odate, Akita, Pulau Honshu yang terletak di utara Jepang. Asal usul Akita sendiri merupakan hasil persilangan antara Matagi-Inu (anjing pemburu asli Jepang), Japanese Tosa (anjing petarung), dan anjing-anjing impor Eropa, antara lain Mastiff, Great Dane, Saint Bernard dan Bulldog. Dari hasil persilangan tersebut menjadikan Akita sebagai anjing pelindung, berani dan bebas. Di Jepang sendiri, Akita dianggap sebagai anjing pembawa keberuntungan dan kemakmuran.
Karakteristik, Sifat
Ekilas melihat Akita yang besar, bertulang besar, memiliki tinggi sampai lebih dari 60 cm (diukur dari bahu), kepala yang kokoh dan besar, ekor yang besar dan melingkar, maka kita akan menilai nahwa dia adalah anjing yang tangguh namun ramah. Selain itu, Akita adalah perpaduan ‘segitiga yang sempurna’. Telinga bebentuk segitiga yang terletak berdiri di atas kepala yang juga berbentuk segitiga. Matanya kecil, berwarna gelap, dan membentuk segitiga. Jika dilihat secara keseluruhan mulai dari kepala sampai ekor, Akita menunjukkan kekuatan dan kekokohan.
Tetapi walaupun Akita memiliki postur yang besar dan naluri pelindung yang kuat, mereka sebenarnya memiliki kebiasaan lebih seperti kucing daripada anjing. Mereka bisa memahami situasi, bahkan membaca pikiran Anda. Mereka pendiam, memiliki harga diri yang tinggi, seperti halnya kucing. Selain itu, Akita juga sangat berhati-hati jika berada di dalam rumah, dan hal itu sudah menjadi pembawaan Akita, karena rumah-rumah di Jepang, perabotannya sangat rentan terhadap anjing yang nakal.
Pemeliharaan, Pelatihan
Pembawaan Akita yang tenang dan hanya membutuhkan sedikit pelatihan, membuat Akita cocok dipelihara di apartemen. Namun meski begitu, mereka harus tetap diajak berjalan-jalan santai setiap hari untuk menjaga kesehatan mereka. Akita tidak suka mencari perhatian atau mengikuti ke mana Anda pergi, seperti anjing pada umumnya. Tetapi meskipun nampak seperti anjing pemalas, mereka tetap waspada dan mengamati Anda dan anggota keluarga Anda dari kejauhan.
Akita adalah jenis anjing yang jarang menyalak (kecuali pada saat melindungi tuan dan miliknya) dan sering membawa benda di mulutnya, pada saat Anda pulang ke rumah, dia akan menyambut Anda sambil mambawa benda di mulutnya. Pemilik Akita harus mewaspadai beberapa gangguan kesehatan yang sering menyerang anjing ini, seperti kembung (gastric dilatation-volvulus), kanker, atau masalah tulang. Pembiak Akita yang baik pasti akan menjelaskan resiko masalah tulang dan pencegahannya.
Kesetiaan, kekuatan dan inteligensi Akita menjadi tantangan tersendiri bagi pemiliknya. Hal pertama yang harus Anda ketahui, Akita adalah anjing pemburu yang baik dan hewan pemangsa yang efektif. Terkadang naluri pemangsanya bisa timbul dan bisa menyebabkan hal-hal di luar perkiraan Anda. Anda jangan berpikiran bahwa anjing ini cocok dibawa ke taman dan bermain bola, sebab Akita bukanlah jenis anjing yang suka berkelompok. Dia adalah jenis anjing yang cukup egois dan penyendiri. Akita akan merasa senang jika hanya dia yang dipelihara di dalam rumah Anda. Tetapi meskipun begitu, cukup banyak Akita yang bisa hidup berdampingan dengan anjing lain di rumah. Kuncinya hanya pada pelatihan dan sosialisasi sejak dini.
Pada awalnya, Akita memang dibiakkan untuk anjing pemburu, dan oleh sebab itulah anjing ini mungkin akan sulit dilatih. Anjing ini bukan Trah yang cocok untuk semua orang, sebab anjing yang tidak terlatih dan tersosialisasi akan menjadi anjing yang berbahaya. Mereka membutuhkan perhatian yang ekstra. Pemilik Akita yang potensial harus memahami bahwa Akita adalah jenis anjing yang tidak biasa. Akita akan bekerja dengan sepenuh hatinya untuk Anda, hanya jika dia melihat adanya hubungan dan penghargaan atas pekerjaan tersebut, dam aktivitas yang dilakukannya tersebut harus menarik perhatiannya. Dan lagi, mereka sangat membenci pengulangan.
Legenda kuno Jepang menceritakan tentang Akita yang menjadi pengasuh bayi, tetapi itu hanya legenda dan banyak pembiak yang memperingatkan akan bahayanya. Akita mungkin akan lembut, sensitif dan akrab dengan anak-anak Anda, tetapi terhadap anak tetangga Anda yang masih kecil, mungkin akan dianggapnya sebagai mangsa. Akita yang tidak disosialisasikan sejak dini dengan anak kecil, mungkin akan banyak membuat kesalahan di masa mendatang.
Pembiak Akita bekerja keras untuk memperbaiki temperamen anjing ini. Pada kenyataannya, dalam waktu 20 tahun ini temperamen Akita sudah banyak berubah, dan sudah cukup banyak anjing yang lulus ujian karya guna.   

Label:



Tips Melatih Anjing untuk Memberikan salam yang baik



Kedatangan tamu memancing banyak anjing untuk menggonggong dan melompat. Jika kedengarannya seperti anjing Anda, Anda bisa mencoba tips berikut ini :
Pertama ajarkan “ Sit dan Lie Down ” (duduk dan tidur). Lalu perintahkan dia untuk besikap sepeti itu saat berjalan-jalan atau berada di taman anjing. Beri hadiah dengan makanan, pujian dan belaian.
Lalu, ajari anjing Anda untuk sikap “ Down-stay “. Beri hadiah dengan makanan di lantai di antara cakar anjing Anda. Awalnya beri hadiah dan lepaskan anjing Anda setelah latihan “ Down-stay “ selama beberapa menit. Ketika anjing Anda diam selama semenit atau lebih, lanjutkan pada langkah berikutnya.
Buat anjing bersikap “ Down-stay “ di dekat pintu. Ketuk pintu dari dalam. Kebanyakan anjing berpikir ada tamu dan menjadi senang. Jika anjing Anda bersikap tenang, lalu ulangi lagi. (jika Anda memiliki bel pintu, mulailah dengan mengetuk, seperti yang biasa dilakukan oleh beberapa tamu, di samping itu Anda tidak dapat keluar untuk membunyikan bel sampai anjing Anda melewati langkah berikutnya).
Ketika anjing Anda melakukan “ Down-stay “ saat Anda mengetuk pintu, mulailah membuka pintu. Pertama, sentuh kenop pintu, dan beri hadiah anjing Anda karena dia tetap diam. Perlahan-lahan, buka seluruh pintu.
Sekarang tambahkan tamu. Anggota rumah tangga dapat menjadi tamu yang baik, karena dapat mengulang prosesnya untuk keperluan latihan. Minta keluarga Anda untuk berdiri di luar, ketuk atau bunyikan bel, dan tunggu.
Buka pintu dengan anjing Anda bersikap “ Down-stay “. Jika dia bangun sebelum teman Anda masuk, tutup pintunya dan ulangi dari awal. Jika dia bangun setelah teman Anda masuk, mintalah pada teman Anda untuk keluar dan ulangi lagi.
Jika Anda diam ketika tamu masuk, beri hadiah makanan dan pujian. Jabat tangan tamu Anda atau berpelukan, dan beri hadiah pada anjing Anda lagi. Berbincanglah dan tertawalah dengan tamu Anda, lalu beri hadiah lagi.
Hadiah terakhir untuk anjing Anda adalah saat dia memberi salam pada tamu Anda. Biarkan dia duduk untuk ini. Ajarkan dan latih gerakan “ Sit-stay “ tanpa tamu pada awalnya, lalu tambahkan seseorang ketika anjing Anda telah siap

Label:



Anjing Trah - Papillon



Papillon dalam bahasa Perancis berarti “kupu-kupu”, adalah toy dog yang memiliki postur tubuh kecil, memiliki sifat bersahabat dan lembut. Mereka memiliki struktur tulang yang kuat, serti memiliki ciri khas yang tidak dimiliki anjing trah lain, yaitu bentuk daun telinga seperti kupu-kupu. Papillon diyakini merupakan Trah toy dog tertua di Benua Eropa. Selain sebagai anjing teman bermain, papillon juga bisa difungsikan sebagai anjingpenjaga yang baik. Ia bahkan juga dijuluki sebagai Miss Universe-nya dunia anjing.
Anjing cantik ini menjadi favorit keluarga raja, bangsawan dan pedagang kaya di Italia, Venesia, Florence, Perancis, Inggris dan Belgia. Di lukisan karya Largillierre, yang dipajang di Wallace Collection di London, tampak jelas gambar seekor Papillon di antara keluarga raja Louis XIV dari Perancis. Papillon juga ada dalam lukisan keluarga bangsawan Eropa dan lukisan pedagang kaya. Anjing trah ini populer di Inggris, Perancis dan Belgia yang dianggap sebagai negara asal anjing ini oleh FCI.
Karakteristik
Anjing Trah Papillon harus berbulu putih, dengan marking dari beberapa jenis warna. Papillon sering dijumpai dengan bulu berwarna hitam dan putih atau tricolor. Ciri paling menonjol dari anjing ini adalah daun telinganya yang lebar, dan pada pinggir daun telinganya berjumbai dengan bulu-bulu lembut, asal bukan bulu putih. bulu-bulu ini menutup bagian belakang dan depan telinga, yang memberikan kesan seperti kupu-kupu yang sedang mengembangkan sayapnya.
Yang dimaksud dengan warna bulu tricolor adalah bulu hitam dan putih, dengan sedikit warna tan di atas mata, di dalam telinga dan di bawah ekor. Pada saat Papillon masih kecil, bulu yang mulai tumbuh paling banyak berada di sekitar dan di dalam telinga, di sekitar dan di ekor, serta di keempat kaki mereka.
Ada dua macam variasi bentuk telinga dari anjing Trah ini, yaitu bentuk Papillon yang umum yaitu berdiri tegak, serta bentuk daun telinga Phalène yang menggelantung seperti telinga milik anjing Spaniel. American Kennel Club ( AKC ) menganggap Phalène dan Papillon adalah satu Trah yang sama, sedangkan untuk negara yang breed club-nya menganut standarisasi FCI (Fédération Cynologique International), seperti Indonesia, menganggap Papillon dan Phalène adalah dua Trah anjing yang berbeda.
Bulu anjing Papillon sangat banyak, panjang dan lembut. Dan bulu jenis ini membutuhkan perhatian dan penyisiran yang terus menerus, untuk menjaga keindahan dan kebersihan bulu. Tetapi meskipun memiliki bulu yang tebal, Papillon tidak mempunyai undercoat (bulu sekunder).
Anjing ini memiliki ekor yang panjang, dengan bulu berjumbai, melengkung di punggung dengan jumbai bulu membentuk plume. Bentuk kepala agak membulat di antara telinga, moncong bauk, runcing dan tampak lebih kecil bila dibandingkan tulang tengkorak dengan stop yang curam. Dalam standarisasi FCI, Papillon disebut Continental Toy Spaniel dengan No.77, dan masuk group 9 untuk kelompok Companion & Toy Dogs. Anjing ini memiliki tinggi 28 cm, diukur dari bahu. Sedangkan untuk berat badan dibagi menjadi duakategori, yaitu kurang dari 2,5 kg untuk anjing jantan dan betina ; dan 2,5 – 4,5 kg untuk anjing jantan dan 2,5 – 5 kg untuk anjing betina. Berat minimum untuk anjing ini adalah 1,5 kg.
Temperamen
Meski Papillon memiliki penampilan sebagai toy dog yang cantik dan anggun, tetapi banyak orang mengatakan bahwa anjing ini sebenarnya adalah ‘anjing besar yang berbentuk anjing kecil’. Meski bertubuh mini, anjing ini memiliki daya tahan yang kuat.
Beberapa orang membuktikan bahwa Papillon mereka sanggup berjalan sepanjang 5 mil (8 km), di kondisi jalan yang rata dan baik. Hobiis lain percaya dengan kenyataan bahwa anjing Papillon mereka paling takut dengan hujan dan bunyi gelegar guntur. Mereka akan menolak untuk diajak keluar, meski hanya ada dua awan di langit, yang mungkin tidak menurunkan hujan. Atau bila rumput di halaman agak basah. Beberapa hobiis lain percaya bahwa anjing mereka bisa mengartikan beberapa hal baru, yang tentunya menguntungkan bagi mereka, dan anjing ini akan berusaha untuk menjadi tuan rumah yang baik.
Ciri khas lain dari Papillon yang membuat anjing ini diyakini sebagai ‘anjing besar yang berbentuk anjing kecil’ adalah kemampuan atletiknya. Mungkin Anda akan terkejut bahwa istilah yang mengatakan “penampilan bisa menipu” sepertinya memang berlaku bagi anjing cantik ini. Papillon layak dijuluki sebagai Miss Universe-nya dunia anjing, karena selain energik dan pandai.
Stanley Coren dalam bukunya “The Inteligence og Dogs” memasukkan Papillon di urutan ke – 8 anjing-anjing berintelijensia tinggi. Hal ini membuat Papillon sangat mudah untuk dilatih dan mereka sangat cepat belajar. Papillon diciptakan untuk selalu aktif bergerak, memiliki struktur genetik yang sehat dan tidak perlu dipaksa untuk menyalurkan energi mereka untuk melakukan aktivitas atletik.
Papillon dianggap sebagai Trah anjing yang hanya membutuhkan minimal grooming, meski mereka berbulu panjang. Mereka memiliki bulu yang bagus dan satu ukuran. Bulu ini akan rontok dua kali setahun. Pada saat masih kecil, Papillon memiliki bulu pendek, dan saat menjadi dewasa bulunya menjadi panjang dan lembut.
Aktivitas
Belakangan ini, Papillon menjadi bintang dalam kegiatan Dog Agility. Kegiatan olah raga khusus untuk anjing ini di dalamnya terdapat berbagai halangan, seperti terowongan, papan jungkat-jungkit, kembatan sempit dan sebagainya yang harus ditempuh dan diselesaikan oleh anjing dengan waktu yang cepat, hanya dengan mematuhi perintah verbal dan gerak tubuh dari pelatih.
Dalam kegiatan Dog Agility ini, anjing mengkombinasikan berbagai gerakan dasar sepeti melompat, berguling, lari, merangkak dan sebagainya. Anjing Trah ini memang dilahirkan untuk ketangkasan seperti ini, dan mereka tidak hanya mengikuti kompetisi nasional, bahkan sampai tingkat Internasional.
Papillon diuntungkan dengan postur tubuhnya yang kecil dan kecepatan alaminya, sehingga seringkali bisa mengalahkan anjing dengan tubuh lebih besar. Untuk bisa mendapatkan Papillon sebagai anjing yang aktif dan bersahabat, anjing ini membutuhkan sosialisasi, latihan yang konsisten, latihan lanjutan untuk merangsang pemikiran mereka yang aktif, interaktif pro aktif antara manusia dan anjing setiap hari.
Masalah Kesehatan
Papillon mungkin bisa terserang penyakit di bawah ini :
Penyakit Vion Wildebrand, masalah tempurung lutut (patella), Mitral Valve Disease, Atrophy retina progesif, Reverse Sneezing

Label:



Cara Beternak Burung Ciblek




Secara komersial, jenis ciblek pamornya memang tidak seperti jenis kicauan lainnya. Karenanya, harganya pun relatif  murah. Namun bukan itu yang menjadi prioritas Iwan untuk merealisasikan mengembangbiakkan ciblek di rumahnya.
Pada awal 2010 lalu, ia mengawali eksperimennya hanya dengan mengandalkan sepasang ciblek yang siap kawin. Sang jantan merupakan ciblek putih bekas burung lomba yang ia dapatkan dari Koh Hin Magelang. Sedangkan betinanya ciblek biasa, hijau berdada putih, yang ia dapatkan dari pasar burung.
Untuk mendapatkan anakan hasil penjodohan pasangan ciblek tersebut harus melalui beberapa proses.
Iwan mengalami sendiri berbagai kendala yang mempersulitnya untuk mendapatkan anakan pertama. Setelah menunggu beberapa lama, ternyata pasangan ini terlihat seperti tidak berjodoh. “Setelah berjodoh, kemudian betinanya bertelur. Nah, setelah menetas, anaknya malah langsung dibuang. Ini terjadi sampai tiga kali bertelur, anaknya selalu dibuang,” jelas Iwan, seperti diturukan kepada Agrobur, belum lama ini.
Kemudian, pada bulan Mei 2010, ia ganti betinanya. Hasilnya, pasangan baru ini berjodoh dan betinanya bertelur. Pada tanggal 6 Juni 2010, ketiga telur menetas. “Dari tiga yang menetas, satu ekor dibuang. Ternyata anak yang dibuang itu kondisinya memang kurang bagus. Selain fisiknya lebih kecil dibandingkan yang lainnya, kelihatannya memang tidak sehat,” jelasnya.
Dari anakan pertama, dua ekor anak ciblek yang selamat, saat ini sudah berusia sekitar hampir dua bulan dan terus berkembang hingga kini.
Anakan pertama dipastikan berkelamin jantan. Itu bisa dilihat dari ciri-cirinya, paruh berwarna hitam.
Setelah anakannya diangkat dan dipindahkan ke sangkar pembesaran, selanjutnya pasangan ini kembali berproduksi.
Pada tanggal 30 Juni 2010, betina kembali bertelur dan menetaskan dua ekor anakan. Keduanya berkembang baik hingga kini sudah berusia sebulan lebih.
“Saat ini pasangan ini sudah siap-siap berproduksi lagi,” katanya.
Iwan menambahkan, setelah anakan berusia seminggu, akan lebih baik jika diloloh oleh tangan. Walaupun risikonya kita harus meluangkan waktu banyak untuk selalu memantaunya. Karena anakan diberikan makanan hampir setiap jam. Makanan yang diberikan antara lain, voor, kroto dan jangkrik.
Karena jenis burung ini kecil, Iwan sempat kesulitan mendapatkan ring sebagai tanda hasil penangkarannya. la akhirnya bisa mendapatkan ring setelah secara khusus memesan kepada produsen ring ternama di Jakarta. “Karena ukurannya kecil, jarang ada ring untuk burung sekecil ciblek. Jadi akhirnya saya pesan khusus,” ujarnya.
Idealnya anakan ciblek dipasangi ring saat berusia antara 10 sampai 15 hari atau sebelum burung lepas dari sarang. Karena, jika lebih dari 15 akan sulit memasangnya, sebab kakinya sudah membesar. Itu berdasarkan pengalamannya saat memasangkan ring pada anakan pertama.
“Anakan pertama saya pasang saat berusia di atas 15 hari, karena saya mendapatkan ringnya telat. Akibatnya, proses pemasangan agak susah,” ungkapnya.
Dari pengalamannya ini, Iwan kembali membuktikan bahwa ia sangat konsen terhadap pelestarian burung kicauan lokal. Sebelumnya, ia sukses menangkarkan cucak hijau dan mendapatkan ring 001 dari Pelestari Burung Indonesia (PBI). Kali ini pun, bisa jadi ia menjadi kicaumania pertama yang sukses menangkarkan ciblek.

Label:



Cara Beternak Anis Merah




Perawatan anis merah bakalan Saat ini banyak problem yang dialami para kicaumania berkaitan dengan perawatan anakan anis merah atau anis merah bakalan. Banyak sudah tips diberikan, namun ini ada tanya jawab di Agrobis Burung yang kiranya bisa menjadi salah satu referensi untuk Anda. Pertanyaan disampaikan Maulana Azhar dari Jombang.
“Saya memelihara 2 ekor bakalan anis merah, yang menurut penjualnya burung tersebut berjenus kelamin jantan. Burung saya pelihara dengan voor dengan stelan jangkrik 3 ekor di pagi hari dan 3 ekor di sore hari.

Hingga kini (sekitar 7 bulan) kedua burung tersebut hanya ngriwik saja, bahkan salah satunya kalau saya dekati sering ngeper-ngeper.

Menurut teman saya, burung yang ngeper tersebut berjenis kelamin betina, sehingga tidak akan dapat berkicau atau bergoyang.
Bagaimanakah perawatan burung anis merah yang benar sejak bakalan agar burung tersebut dapat cepat berkicau dan bergoyang. Apalah artinya punya burung anis merah yang tidak bisa bergoyang.”
Jawaban atas pertanyaan tersebut adalah bahwa Budidaya burung anis merah bersifat monomorphisme, sehingga penampilan fisik antara jantan dan betina tidak ada bedanya, meskipun sebenarnya susunan sistem reproduksi yang ada di dalam rongga perutnya berbeda antara jantan dan betina.
Anis merah jantan memiliki testis sebagai organ penghasll spermatozoa dan anis merah betina memiliki ovarium organ penghasil sel telur.

Anis merah yang berjenis kelamin jantan dan betina sama-sama memiliki kemampuan untuk berkicau dan bergaya teler, karena perilaku tersebut merupakan tanda bahwa burung tersebut sudah mencapai umur akil balik yang sedang menunjukkan gejala birahi.

Umur akil balik anis merah antara 5 sampai 7 bulan sehingga pada umur tersebut, burung yang dirawat dengan baik akan menunjukkkan gejala birahi berupa rajin berkicau dan teler bergoyang.
Jika anis merah Anda sekarang berumur sekitar 9 bulan dan belum menunjukkan gejala akil balik atau birahi berupa berkicau atau teler dapat disebabkan karena sistem organ reproduksi burung tersebut tidak berkembang dengan sempurna.
Pakan yang Anda berikan masih di bawah kebutuhan dasar yang diperlukan oleh burung setiap harinya sehingga burung mengalami defesiensi protein dalam waktu yang lama. Kekurangan protein sejak bakalan dapat menjadi penyebab utama tidak munculnya gejala birahi pada anis merah sehingga macet berkicau atau macet teler.
Agar anis merah dapat berkicau dan teler pada waktunya perlu mendapat perawatan yang maksimal agar semua sistem reproduksinya dapat berkembang dan berfungsi secara normal. Pakan berupa jangkrik, kroto, ulat hongkong serta cacing sebagai sumber protein harus diberikan secara bergantian dan dalam jumlah yang banyak. Tiap hari Senin dan Selasa dapat diberi suplemen yang dapat dioleskan pada serangga atau diteteskan di air minumnya.
Suplemen tersebut mengandung asam amino esensial sebagai zat pembentuk protein yang sangat diperlukan untuk perkembangan sistem reproduksi burung.
Pada hari Rabu dan Kamis perlu diberi suplemen yang dapat merangsang perkembangan dan elastisitas pita suara sehingga burung menjadi rajin berkicau dengan kualitas suara yang jernih, bening dan mengkristal. Buah-buahan berupa papaya, pisang atau apel dapat diberikan secara bergantian sebagai sumber serat dan vitamin segar bagi burung.
Agar anis merah Anda dapat berkicau dan teler tiap hari, sebelum tidur/pada sore hari diberi 3 tetes formula metabolisme langsung ke mulut. Formula tersebut diberikan hingga anis merah Anda dapat teler. Di samping itu, burung Anda perlu mendapat perawatan secara maksimal seperti yang sudah dijelaskan di atas.
Berikut tips memilih burung Anis Merah (AM) yang bagus, berdasarkan ciri fisik (katuranggan) :
  1. Pilih AM jantan, biasanya memakai ring atau kita bisa minta garansi ke penjual bahwa AM yang kita beli jantan.
  2. Pilih AM yang sehat, tidak sakit & tidak cacat fisik. Biasanya AM yang sehat mempunyai sinar mata tajam tdk mengantuk / sering tidur dan tidak bersemangat.
  3. Bentuk mata besar & sinar mata tajam.
  4. Bentuk kepala lonjong.
  5. Bentuk paruh tebal, besar dan panjang. Biasanya mempunyai power suara yang kuat.
  6. Bentuk paruh jika dilihat dari atas terlihat lancip keatas (seperti bentuk buah belimbing).
  7. Sobekan paruh pilih yang paling dekat dengan mata.
  8. Bentuk lubang hidung memanjang dan lebar.
  9. Posisi lubang hidung dekat dengan pangkal paruh.
  10. Bentuk leher panjang.
  11. Postur badan proposional (leher, badan dan ekor yang panjang) dan tidak gemuk.
  12. Sayap mengepit rapat (singset).
  13. Jari-jari panjang.
  14. Ekor berbentuk huruf M.
Gaya teler dendasarkan pengamatan bentuk fisik :
  • Gaya Teler Klasik, bila cara berdirinya tegak, sehingga kaki tampak lebih panjang & jenjang.
  • Gaya Teler Doyong, bila cara berdirinya cenderung ngangkang, artinya posisi jari-jari atau telapak dalam mencengkeram di pangkringan tampak melebar, sehingga posisi badan menjadi lebih rendah. AM dengan gaya teler doyong sekarang sedang banyak diminati.

Label:



Cara Beternak Burung Nuri kepala Hitam




Menurut Om Naryo yang sehari-hari berprofesi sebagai guru itu, dia tertarik menangkarkan burung nuri dikarenakan burung ini termasuk burung langka meski harganya tidak tinggi-tinggi amat, dibandingkan cucakrowo misalnya.
Awalnya, dia hanya punya seekor nuri tetapi tidak paham jenis kelaminnya. Ketika main ke Pasar Depok Solo, dia melihat nuri kepala merah tetapi dengan kontras warna merah yang berbeda dengan yang sudah dimilikinya di rumah. Kalau yang di rumah, warna merah pada nurinya sangat menyala dan sangat terlihat kontras antara warna merah dan hitamnya di bagian punggung atau leher belakang.
Sedangkan yang dia temui di pasar yang akhirnya dia beli, warna merahnya terkesan dop/ buram dan tidak terlalu kontras antara satu warna dengan warna lainnya. Dia pun menyimpulkan (belakangan terbukti betul kesimpulannya) bahwa nuri yang di rumah berjenis kelamin jantan sedangkan yang dia beli di pasar berjenis kelamin betina.
Perbedaan lain antara yang bejenis kelamin jantan dan betina, selain dari kekontrasan warna dan “nyala” warna merahnya adalah perbedaan body kedua burung itu. Nuri merah kepala hitam yang jantan cenderung lebih kecil dan langsing dibanding nuri yang betina.
Kandang
Setelah mendapatkan sepasang nuri tersebut, mulailah Om Naryo membuat kandang. Besar kandang secara umum hampir sama dengan kandang yang dia gunakan untuk menangkar burung murai batu atau cucakrowo. Panjang lebar sekitar  1 m x 1,25 m dengan tinggi sekitar 1,9 meter.
Dinding kandang dibuat dari strimin logam dan dengan kerangka kayu. Sementara untuk glodok tempat burung bertelur dibuat dari kotakan kayu ukuran panjang 35cm, lebar 20 cm dan tinggi 20 cm. Dan dipasang di pojok atas kandang. Dan pada bagian dalam diberi serpihan sabut kelapa.
Pakan
Untuk pakan harian burung nuri merah kepala hitam, Om Naryo tidak pilih-pilih pakan khusus. Sering diberi kacang-kacangan, pepaya, wortel,  roti dan bahkan nuri itu doyan pelet pakan lele (khususnya untuk anakan hasil tangkaran yang dibesarkan dengan cara diloloh sendiri oleh Om Naryo).
Dua pasang anakan
Sepasang anakan nuri kepala hitam dari penangkaran Om Naryo Sragen
Sepasang anakan nuri kepala hitam dari penangkaran Om Naryo Sragen 
Saat ini, sepasang burung nuri merah kepala hitam punya Om Naryo sudah beranak sebanyak dua kali, masing-masing dua anakan. Yang sepasang saat ini dipelihara Pak Herman, Sragen, teman Om Naryo, dan sepasang lagi dibesarkan sendiri di kandang umbaran yang berdampingan dengan kandang indukannya.
Ketika saya main bersama isteri ke rumah Om Naryo, ditunjukkan oleh Om Naryo indukan betina yang sekarang sudah terlihat “bengkak” di bagian perut dekat dubur, sebagai tanda siap bertelor lagi.

Label:



Cara Beternak Ular Sanca Kembang




Sanca kembang ini mudah dikenali karena umumnya bertubuh besar. Keluarga sanca (Pythonidae) relatif mudah dibedakan dari ular-ular lain dengan melihat sisik-sisik dorsalnya yang lebih dari 45 deret, dan sisik-sisik ventralnya yang lebih sempit dari lebar sisi bawah tubuhnya. Di Indonesia barat, ada lima spesiesnya: tiga spesies bertubuh gendut pendek yakni kelompok ular peraca (Python curtus group: P. curtus, P. brongersmai dan P. breitensteini) di Sumatra, Kalimantan dan Semenanjung Malaya.
Dua spesies yang lain bertubuh relatif panjang, pejal berotot: P. molurus (sanca bodo) dan P. reticulatus. Kedua-duanya menyebar dari Asia hingga Sunda Besar, termasuk Jawa.P. molurus memiliki pola kembangan yang berbeda dari reticulatus, terutama dengan adanya pola V besar berwarna gelap di atas kepalanya. Sanca kembang memiliki pola lingkaran-lingkaran besar berbentuk jala (reticula, jala), tersusun dari warna-warna hitam, kecoklatan, kuning dan putih di sepanjang sisi dorsal tubuhnya. Satu garis hitam tipis berjalan di atas kepala dari moncong hingga tengkuk, menyerupai garis tengah yang membagi dua kanan kiri kepala secara simetris. Dan masing-masing satu garis hitam lain yang lebih tebal berada di tiap sisi kepala, melewati mata ke belakang.
Sisik-sisik dorsal (punggung) tersusun dalam 70-80 deret; sisik-sisik ventral (perut) sebanyak 297-332 buah, dari bawah leher hingga ke anus; sisik subkaudal (sisi bawah ekor) 75-102 pasang. Perisai rostral (sisik di ujung moncong) dan empat perisai supralabial(sisik-sisik di bibir atas) terdepan memiliki lekuk lubang penghidu bahang (heat sensor pits) yang dalam (Tweedie 1983).

Biologi dan Penyebaran

Sanca kembang terhitung ular yang terbesar dan terpanjang di dunia. The Guinness Book of World Records tahun 1991 mencatat sanca kembang sepanjang 32 kaki 9.5 inci (sekitar 10 meter) sebagai ular yang terpanjang (Murphy and Henderson 1997). Namun yang umum dijumpai adalah ular-ular yang berukuran 5-8 meter. Sedangkan berat maksimal yang tercatat adalah 158 kg (347.6 lbs). Ular sanca termasuk ular yang berumur panjang, hingga lebih dari 25 tahun.
Ular-ular betina memiliki tubuh yang lebih besar. Jika yang jantan telah mulai kawin pada panjang tubuh sekitar 7-9 kaki, yang betina baru pada panjang sekitar 11 kaki. Dewasa kelamin tercapai pada umur antara 2-4 tahun.
Musim kawin berlangsung antara September hingga Maret di Asia. Berkurangnya panjang siang hari dan menurunnya suhu udara merupakan faktor pendorong yang merangsang musim kawin. Namun demikian, musim ini dapat bervariasi dari satu tempat ke tempat lain. Shine et al. 1999 mendapatkan bahwa sanca kembang di sekitar Palembang, Sumatera Selatan, bertelur antara September-Oktober; sementara di sekitar Medan, Sumatera Utara antara bulan April-Mei.
Jantan maupun betina akan berpuasa di musim kawin, sehingga ukuran tubuh menjadi hal yang penting di sini. Betina bahkan akan melanjutkan puasa hingga bertelur, dan sangat mungkin juga hingga telur menetas (McCurley 1999).
Sanca kembang bertelur antara 10 hingga sekitar 100 butir. Telur-telur ini ‘dierami’ pada suhu 88-90  F (31-32  C) selama 80-90 hari, bahkan bisa lebih dari 100 hari. Ular betina akan melingkari telur-telur ini sambil berkontraksi. Gerakan otot ini menimbulkan panas yang akan meningkatkan suhu telur beberapa derajat di atas suhu lingkungan. Betina akan menjaga telur-telur ini dari pemangsa hingga menetas. Namun hanya sampai itu saja; begitu menetas, bayi-bayi ular itu ditinggalkan dan nasibnya diserahkan ke alam.
Sanca kembang menyebar di hutan-hutan Asia Tenggara. Mulai dari Kep. Nikobar, Burma hingga ke Indochina; ke selatan melewati Semenanjung Malaya hingga ke Sumatra, Kalimantan, Jawa, Nusa Tenggara (hingga Timor), Sulawesi; dan ke utara hingga Filipina (Murphy and Henderson 1997).
Sanca kembang memiliki tiga subspesies. Selain P.r. reticulatus yang hidup menyebar luas, dua lagi adalah P.r. jampeanus yang menyebar terbatas di Pulau Tanah Jampea dan P.r. saputrai yang menyebar terbatas di Kepulauan Selayar. Kedua-duanya di lepas pantai selatan Sulawesi Selatan.

Ekologi

Sanca kembang hidup di hutan-hutan tropis yang lembab (Mattison, 1999). Ular ini bergantung pada ketersediaan air, sehingga kerap ditemui tidak jauh dari badan air seperti sungai, kolam dan rawa.
Makanan utamanya adalah mamalia kecil, burung dan reptilia lain seperti biawak. Ular yang kecil memangsa kodok, kadal dan ikan. Ular-ular berukuran besar dilaporkan memangsa anjing, monyet, babi hutan, rusa, bahkan manusia yang ‘tersesat’ ke tempatnya menunggu mangsa (Mattison 1999, Murphy and Henderson 1997, Shine et al. 1999). Ular ini lebih senang menunggu daripada aktif berburu, barangkali karena ukuran tubuhnya yang besar menghabiskan banyak energi.
Mangsa dilumpuhkan dengan melilitnya kuat-kuat (constricting) hingga mati kehabisan napas. Beberapa tulang di lingkar dada dan panggul mungkin patah karenanya. Kemudian setelah mati mangsa ditelan bulat-bulat mulai dari kepalanya.
Setelah makan, terutama setelah menelan mangsa yang besar, ular ini akan berpuasa beberapa hari hingga beberapa bulan hingga ia lapar kembali. Seekor sanca yang dipelihara di Regent’s Park pada tahun 1926 menolak untuk makan selama 23 bulan, namun setelah itu ia normal kembali (Murphy and Henderson 1997).

Sanca dan Manusia

Sanca –terutama yang kecil– kerap dipelihara orang karena relatif jinak dan indah kulitnya. Pertunjukan rakyat, seperti topeng monyet, seringkali membawa seekor sanca kembang yang telah jinak untuk dipamerkan. Sirkus lokal juga kadang-kadang membawa sanca berukuran besar untuk dipamerkan atau disewakan untuk diambil fotonya.
Sanca banyak diburu orang untuk diambil kulitnya yang indah dan bermutu baik. Lebih dari 500.000 potong kulit sanca kembang diperdagangkan setiap tahunnya. Sebagian besar kulit-kulit ini diekspor dari Indonesia, dengan sumber utama Sumatra dan Kalimantan. Semua adalah hasil tangkapan di alam liar.
Jelas perburuan sanca ini sangat mengkhawatirkan karena mengurangi populasinya di alam. Catatan dari penangkapan ular komersial di Sumatra mendapatkan bahwa sanca kembang yang ditangkap ukurannya bervariasi antara 1 m hingga 6 m, dengan rata-rata ukuran untuk jantan 2.5 m dan betina antara 3.1 m (Medan) – 3.6 m (Palembang). Kira-kira sepertiga dari betina tertangkap dalam keadaan reproduktif (Shine et al. 1999). Hingga saat ini, ular ini belum dilindungi undang-undang.

Label: