Sabtu, 25 Februari 2006

Burung Parkit yang Hafal Alamat Rumah



Beberapa jenis burung parkit memang bisa diajarkan untuk menirukan berbabagai macam suara. Suara yang ditirukan parkit dapat berupa suara burung lain, suara hewan, juga suara manusia. Kemampuan unik burung ini membuat orang menyangka bahwa burung paruh bengkok ini dapat berbicara. Namun apa jadinya jika seekor burung parkit yang hilang bisa menghafal dan mengatakan tempat tinggal pemiliknya. Berikut infonya.

Seekor burung parkit yang hilang berhasil dikembalikan kepada pemiliknya di dekat ibukota Jepang, Tokyo, setelah burung tersebut memberitahukan alamatnya kepada polisi.

Burung parkit jantan itu terbang dari rumah pemiliknya di kawasan Sagamihara, sebelah barat Tokyo pada Minggu pagi

Keberadaan burung tidak diketahui sampai burung tersebut hinggap di bahu seorang tamu hotel dan kemudian diserahkan kepada polisi setempat pada hari yang sama.

Namun burung ini tidak mengeluarkan bunyi sampai dua hari kemudian. Burung parkit mengucapkan nama kota dan distrik pemiliknya.

Seorang juru bicara kepolisian Sagamihara mengatakan parkit ini juga menyebut nama blok apartemen dan nama jalan. Keterangan burung yang kemudian aktif berbunyi ini didengar secara seksama oleh tiga polisi pada saat itu.

Menurut juru bicara kepolisian, pemilik burung parkit itu adalah seorang perempuan berusia 64 tahun yang mengajari burungnya alamat rumah.

Hal itu dilakukan agar dia tidak lagi kehilangan burung piaraan setelah sebelumnya pernah kehilangan seekor parkit.

"Jadi pemiliknya memutuskan untuk mengajarkan alamat rumah ke parkit setelah membeli burung itu dari toko hewan piaraan dua tahun lalu," kata juru bicara polisi seperti dikutip kantor berita AFP.

Nama burung parkit itu diketahui sebagai Piko-chan.

Bersumber dari www.memobee.com

Label: , , , ,



Sabtu, 18 Februari 2006

Cara serta Tips dalam Beternak Burung Parkit



Burung parkit memiliki variasi warna bulu yang cantik. Cara perawatan dan pemeliharaan parkit relatif mudah. Parkit juga mudah untuk beradaptasi sehingga penangkaran dan budidaya parkit tergolong tidak sulit. Itulah beberapa keunggulan yang membuat parkit menjadi burung paruh bengkok yang paling banyak dipelihara dan diternakkan di Indonesia.

Untuk memulai beternak burung parkit ada beberapa hal yang perlu anda siapkan berikut ini

Kandang
Kandang yang diperlukan untuk beternak parkit tidak begitu besar. Untuk menangkar sepasang parkit cukup sediakan kandang berukurang  40 x 40 x 60 cm. Namun jika anda ingin menernakkan parkit secara berkoloni, maka anda perlu menyediakan kandang dengan ukuran yang besar. Sesuaikan besarnya kandang dengan jumlah pasangan agar tidak terlalu padat sehingga berakibat kurang baik bagi kesehatan burung.

Keunggulan dari beternak parkit secara berkoloni disamping kita bisa menempatkan beberapa pasang, kita juga dapat melihat burung-burung parkit yang memiliki warna beraneka ragam yang tentunya sangat cantik. Namun, jika salah satu burung tersebut terkena penyakit maka sangat mudah menulari burung yang lain jika tidak segera dipindahkan.

Kotak sangkar (Glodok)
Di dalam sangkar budidaya, anda harus menyediakan kotak sangkar atau glodok sebagai tempat parkit betina meletakkan dan mengerami telurnya. Untuk budidaya parkit dengan berkoloni, anda perlu menyediakan glodok sebanyak jumlah pasangan burung yang ada dalam kandang. Ukuran glodok untuk parkit kira-kira 20cm X 17,5cm X 24cm.

Anda dapat menggunakan kayu duren dan kayu nangka (kombinasi) atau kayu randu sebagai bahan glodok. Bahan dari kayu tersebut sangat cocok untuk glodok bagi parkit dan lovebird.

Tempat makan dan minum
Anda perlu menyediakan tempat makan yang ukurannya sesuai dengan jumlah burung parkit yang ada di kandang. Burung biasanya akan memerlukan banyak makanan saat mereka meloloh anak-anaknya. Anda juga harus membersihkan tempat minum agar selalu bersih dan tidak berlumut.

Untuk tips, anda dapat menggunakan tempat makan dan minum untuk ayam sebagai tempat makan dan minum parkit jika anda terpaksa harus meninggalkan parkit-parkit anda selama beberapa hari. Dengan demikian burung tetap bisa mendapatkan makan dan minum yang tetap banyak selama kita tinggal.

Memilih Indukan
Pilihlah indukan parkit yang masih produktif. Parkit biasanya sudah siap untuk kawin saat usianya lebih dari 90 hari (3 bulan). Ada baiknya untuk memilih idukan yang berbeda warna untuk mendapatkan anakan yang memiliki warna bervariasi.

Membedakan kelamin parkit
Untuk membedakan parkit jantan dan betina anda dapat melihat gambar berikut

Memulai Beternak
Di alam bebas parkit berkembang biak pada bulan Oktober – Desember. Saat musim kawin, sang jantan biasanya menyanyi dengan nada rayuan untuk memikat betinanya. Jika ada kecocokan maka perkawinan akan segera berlangsung. Burung ini dikenal sangat setia dengan pasangannya. Bila si betina sedang aktif bertelur maka si jantan akan menunggu di luar sambil bersiul menghibur sekaligus akan mengusir apabila ada pengganggu mendekati sarangnya.

Telur dan anakan
Berat telur parkit berkisar 2,5 gram/butir dengan jumlah telur rata-rata 6 butir/pasangan parkit. Anak burung parkit yang baru keluar dari cangkang telurnya berbobot rata-rata 2,35 gram dengan kondisi mata masih terpejam. Setelah umur sembilan hari barulah matanya terbuka.

Setelah umur 30 hari barulah anak burung parkit mulai siap meninggalkan sarangnya untuk belajar terbang. Namun meski sudah mulai terbang, sang induk biasanya masih menyuapinya hingga umur 40 hari. Setelah umur tersebut biasanya persiapan perkawinan untuk generasi yang baru akan dilakukan.

Dari berbagai sumber

Label: , ,



Selasa, 14 Februari 2006

Parkit Jadi Ancaman Untuk Burung Lain



Burung parkit leher cincin yang populasinya semakin bertambah, khususnya di ruang terbuka di Inggris menimbulkan perdebatan. Sebagian berpendapat bahwa burung itu sangat eksotis dan menghadirkan warna baru. Namun bagi sebagian lain, burung itu sangat berisik.

Saat ini, diperkirakan ada sekitar 31 ribu burung parkit liar yang tersebar di taman-taman di Inggris dan kawasan tenggara negeri itu. Dan dari ‘sensus’ parkit terakhir, diketahui bahwa jumlah populasi mereka meningkat rata-rata sebesar 23 persen per tahun.

Kini dari penelitian diketahui bahwa burung parkit itu memang mengintimidasi burung-burung lain yang lebih dulu hadir di taman. Sekelompok peneliti dari Imperial College London mendapatkan bukti bahwa parkit mencegah burung penyanyi lain untuk makan.

“Mengurangi populasi parkit kemungkinan akan membawa manfaat bagi para burung penyanyi,” kata Hannah Peck, salah satu peneliti seperti dikutip dari BBC, 1 Juni 2011. “Namun, dalam jangka panjang ada kemungkinan pula bahwa burung lain akan dapat beradaptasi terhadap parkit,” ucapnya.

Pada penelitian, Peck dan timnya mengamati perilaku makan para burung liar di 47 taman yang ada di sekitar Inggris. Mereka menempatkan parkit yang dikandangkan dan menempatkan wadah makanan di sebelahnya lalu merekam aktivitas makan burung-burung yang singgah.

Peneliti membandingkannya dengan saat parkit dikeluarkan dan membiarkan kandang itu kosong di sebelah wadah makanan.

“Dari pemantauan, terlihat burung-burung yang umumnya singgah untuk makan di sana menjadi enggan saat ada parkit di dekat wadah makanan kandang,” kata Peck.

Namun demikian, Peck menyebutkan, burung-burung yang terganggu merupakan burung berukuran kecil. “Sayangnya kami belum mendapatkan sampel dalam jumlah cukup besar untuk mengetahui spesies burung apa saja yang terganggu untuk dapat menyimpulkan data ini,” ucapnya.

Namun demikian, Peck menyebutkan, penelitian ini merupakan bukti-bukti awal bahwa kehadiran parkit menimbulkan dampak negatif bagi burung-burung setempat. Temuan ini sendiri akan dipresentasikan dalam ajang British Ecological Society Meeting on Invasive Species, Juni ini.

Source : teknologi.vivanews.com

Label: , , , ,