Selasa, 07 Februari 2006

PENYAKIT BAKTERI IKAN(TRICHODINA)



Trichodina adalah ektoparasit yang menyerang/menginfeksi kulit dan insang, biasanya menginfeksi semua jenis ikan air tawar. Populasi Trichodina di air meningkat pada saat peralihan musim, dari musim panas ke musim dingin. bakteri ini Berkembang biak dengan cara pembelahan yang berlangsung di tubuh inang, mudah berenang secara bebas, dapat melepaskan diri dari inang dan bisa hidup lebih dari dua hari tanpa inang
Parasit ini adalahprotozoa dari golongan ciliata berukuran ± 50µm berbentuk bundar dengan sisi lateral berbentuk lonceng, memiliki cincin dentikel sebagai alat penempel dan memiliki silia di sekeliling tubuhnya.

Trichodiniasis adalahpenyakit umum pada ikan yang disebabkan oleh protozoa bernama trichodina. Protozoa ini berasal dari kelompok ciliate, memiliki bulu getar peritrikha. Sel protozoa ini berbentuk bundar seperti cakram, dengan diameter 50 um.
Trichodina sering menyerang pada ikan air tawar maupun ikan air laut, secara klinis ikan ayng sakit akan menunjukkan gejala klinis seperti produksi mucus pada ikan akan meningkat, adanya borok yang dijumpai pada ikan terinfeksi, sirip rusak, jika infeksi trichodina terjadi pada insang maka akan terjadi gangguan pernafasan. Pada kasus berat dapat menyebabkan hyperplasia sekunder dan hipertrofi epitel insang. Trichodina melekat pada tubuh ikan yang terinfeksi dan menyebabkan lesi berupa nekrosis pada bagian perlekatan tersebut.
Penularan penyakit ini diduga melalui kontak langsung dengan ikan ataupun air yang terkontaminasi.


GEJALA KLINIS

Ikan yang terinfeksi mengalami iritasi pada kulit, produksi lendir berlebih, insang pucat, megap-megap sehingga ikan sering menggantung di permukaan air atau dipinggir kolam, nafsu makan menurun, gerakan ikan lemah, sirip ekor rusak dan berawarna kemerahan akibat pembuluh darah kapiler pada sirip pecah.

DIAGNOSA
(penentuan jenis penyakit dng cara meneliti (memeriksa) gejala-gejalanya)

Diagnosa penyakit dilakukan dengan membuat preparat basah dari lendir dan insang ikan yang terinfeski, pengamatan dibawah mikroskop dengan pembesaran objektif 10x.


PENGENDALIAN


Pengendalian penyakit dapat dilakukan melalui perendaman dengan menggunakan bahan sebagai berikut:
- Larutan garam 500-1000 ppm selama 24 jam
- Larutan garam 2-3% selama 2-5 menit, diulang 3-4 hari
- Kalium Permanganat (PK) 3 ppm, selama 24 jam




 




Label: , , ,



Sabtu, 04 Februari 2006

OARASIT PADA IKAN HIAS



Kutu ikan
Kutu ikan (Argulus). Merupakan parasit yang berbentuk bulat pipih seperti kutu. Kutu ini hidup dari mengisap cairan tubuh ikan melalui alat pengisap di mulutnya. Siklus hidupnya bisa lebih dari 30 hari. Kutu dewasa akan bertelur dan telurnya akan melekat pada tanaman air atau benda lain. Larvanya akan tumbuh menjadi dewasa dan menjadi parasit bagi ikan.

Ciri-ciri ikan yang terserang penyakit ini tampak jelas adanya kutu yang menempel di kulit ikan, terutama di daerah kepala. Selain itu, ikan akan menjadi kurus dan pucat. Ikan yang pernah terserang parasit ini biasanya bertubuh lebih hitam dan menjadi tidak menarik. Kalau ikan sudah terserang, pengobatan dapat dilakukan dengan perendaman ikan dalam larutan garam dapur 20 g/l, atau PK 2-5 mg/l selama 30 menit. Perlakuan pengobatan harus dilakukan setiap hari hingga kutu ikan benar-benar habis.

Gejala Klinis
  • Secara visual tampak seperti kutu yang menempel pada tubuh ikan, desertai dengan perdarahan di sekitar tempat gigitannya
  • Iritasi kulit, hilang keseimbangan, berenang zig-zag, melompat ke permukaan air, dan menggoso-gosokan badannya pada benda keras di sekitarnya

Diagnosa 
  • Secara visual terlihat adanya parasit pada tubuh ikan

Pengendalian

* Pengeringan dasar kolam yang diikuti dengan pengapuran
* Perendaman dalam larutan Dylox pada dosis 0,25 ppm selama 24 jam atau lebih di kolam
* Perendaman dalam larutan Trichlorfon 2-4 ppm selama 24 jam
* Perendaman dengan larutan Amonium Klorida (NH4Cl) pada dosis 1,0-1,5% selama 15 menit, atau garam dapur pada dosis 1,25% selama 15 menit.


Label: , , ,